Robbins dan Judge (2008: 175) mendefinisikan persepsi adalah sebuah proses mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensoris untuk memberikan pengertian pada lingkungannya. Apa yang dinilai bisa jadi berbeda secara substansional dengan realitas objektif. Persepsi penting bagi perilaku organisasi karena perilaku orang-orang didasarkan pada persepsi mereka tentang apa realita yang ada bukan mengenai realita itu sendiri. Kreitner dan Kinicki (2014: 185) menjelaskan bahwa persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan kita menginterpretasikan dan memahami lingkungan sekitar kita. Pengenalan atas hal-hal adalah salah satu dari fungsi utama proses ini. Contohnya, manusia dan hewan sama-sama mengenali halhal yang akrab dalam lingkunganya. Manusia akan mengenal gambar sahabatnya dan kucing atau anjing akan mengenali makanan atau mainan favorit mereka. Nimran (dalam Sopiah 2008:18) mengartikan bahwa persepsi sebagai proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesannya untuk memberi arti tertentu pada lingkungannya. Gitosudarmo (dalam Sopiah 2008:18) menyebutkan bahwa persepsi sebagai suatu proses memperhatikan dan meyeleksi, mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan. Miffah (dalam Ardana 2008 : 19) menyatakan bahwa persepsi itu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Krech dalam Thoha (1988) menambahkan bahwa persepsi adalah suatu proses kognitif yang kompleks dan menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barangkali sangat berbeda dari kenyataannya. Luthans (2008 : 19 – 20 ) mengatakan bahwa persepsi itu adalah lebih kompleks dan lebih luas dari penginderaan. Proses persepsi meliputi suatu interaksi yang sulit dari kegiatan seleksi,penyusunan, dan penafsiran. Persepsi penting dalam membahas perilaku individu ataupun kelompok karena perilaku manusia seringkali dituntun oleh persepsinya terhadap suatu realita, bukan realitas sendiri. Persepsi orang berbeda satu sama lain terhadap obyek yang sama. Berdasarkan pengertian persepsi dari tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah sebuah proses kognitif seseorang dalam memahami lingkungan sekitarnya Mansyur (2014:260) Equity theori dikembangkan oleh Adams bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah karyawan merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity dan inequity atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor maupun ditempat lain. Greenberg (dalam Yuwono dkk, 2005: 126) Mendefinisikan keadilan organisasi adalah bentuk evaluasi individu terhadap perlakuan organisasi terhadap karyawannya dalam hal upaya yang fair untuk mendapatkan hasil, proses untuk memperoleh hasil itu juga dilakukan secara fair atau tidak ,serta bentuk-bentuk perlakuan interpersonal terhadap masing-masing karyawannya. Keadilan organisasi mengacu pada persepsi karyawan terhadap keadilan dalam organisasi. Penelitian yang telah dilakukan tentang keadilan organisasi pada umumnya terfokus pada dua isu utama yaitu tanggapan karyawan terhadap penghasilan yang diterima dan cara atau prosedur yang digunakan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Moorman (Yuwono dkk 2005: 127) Keadilan Organisasi berkaitan dengan cara dimana karyawan menentukan apakah karyawan telah diperlakukan secara adil dalam pekerjaan mereka dan cara dimana penetuan ini mempengaruhi variable lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Gibson (2011:148) keadilan organisasi adalah sejauh mana individu merasa adil dirawat di dalam organisasi untuk itu mereka bekerja. Manahan (2008:98) menguraikan bahwa setiap individu didalam melaksanakan pekerjaannya selalu membandingkan antara input tugas dan hasil, beserta yang lainnya didalam pertanggung jawabannya, serta berusaha mengatasi ketidakseimbangan beban tugasnya. Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa keadilan organisasi adalah penilaian karyawan terhadap seberapa adil atau layak perlakuan organisasi terhadap dirinya Berdasarkan beberapa simpulan di atas diketahui bahwa persepsi terhadap keadilan organisasi adalah sebuah proses kognitif seseorang dalam memahami lingkungan sekitarnya yang melibatkan pengorganisasian dan penafsiran 22 karyawan terhadap seberapa adil atau layak perlakuan organisasi terhadap dirinya.
