Hubungan antara Persepsi terhadap Keadilan Organisasi dengan Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya karyawan terhadap berbagai aspek dari pekerjaanya. Dengan kata lain, kepuasan kerja mencerminkan sikap karyawan terhadap pekerjaanya. Jika karyawan bersikap positif terhadap pekerjaan yang dikerjakannya, maka individu akan memperoleh perasaan puas terhadap apa yang dikerjakannya. Sebaliknya, jika karyawan bersikap negative (tidak suka), maka individu akan merasa tidak puas terhadap apa yang dikerjakannya Nimran (dalam Sopiah 2008:18) mengartikan bahwa persepsi sebagai proses dengan mana individu mengorganisasikan dan menafsirkan  kesannya untuk memberi arti tertentu pada lingkungannya. Kepuasan menurut model Lawyer (dalam Sutarto 2010 : 126) mempunyai kaitan erat dengan teori keadilan J.Adams. Model Lwyer mengatakan bahwa individu akan merasa puas terhadap bidang tertentu dari pekerjaan mereka (misalnya hubungan antara rekan kerja, atasan dan bawahan dan gaji). Individu dapat menerima dan melaksanakan pekerjaannya dengan senang hati dalam bidang yang individu persepsikan maka hasilnya akan sama dengan jumlah yang dia persepsikan dari yang secara aktual mereka terima. individu yang mempresepsikan hubungan interaksi dengan atasannya yang seharusnya berjalan, baik, lancar dan memuaskan. Hal tersebut terwujud maka dapat menunjang produktivitas kerjanya karena hubungan interaksi antara dirinya dan atasannya tersebut secara nyata terjadi dibandingkan dengan rekan-rekan kerjanya. Tetapi jika individu mempersepsikan tentang hubungan interaksinya dengan atasan jauh melebihi dari rekan rekan kerjanya yang lain , maka dia akan merasa bersalah dan tidak adil. Adanya persepsi individu terhadap jumlah “income” yang seharusnya individu terima atas dasar hasil penilaian prestasi kerjanya dengan persepsinya tentang income yang secara nyata individu terima. Seandainya individu mempersepsikn income yang individu terima lebih besar dari yang sesungguhnya individu terima, maka individu akan merasa bersalah dan tidak adil. Sebaliknya jika individu mempersepsikan bahwa “income” yang individu terima kurang dari yang sepatutnya dia terima, maka individu merasa tidak puas. Organisasi dapat dikatakan adil oleh karyawan, jika memberikan gaji sesuai dengan hasil kerja yang dilakukan oleh kayawan. Apabila perbandingan antara gaji yang diterima dengan hasil kerja yang dilakukan karyawan dirasa tidak sebanding, maka karyawan akan merasa bahwa tidak terjadi keadilan. Organisasi dapat dikatakan adil oleh karyawan apabila dalam pengambilan keputusan karyawan diberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapat dan pandangannya apabila pelaksanaan keputusan itu dinilai sama pada tiap karyawan maka kayawan akan merasa bahwa terjadi keadilan. Dikatakan adil apabila hubungan antar atasan dengan bawahan baik. Kejujuran dan kebenaran informasi yang didapatkan dari atasan juga mempengaruhi persepsi keadilan organisasi dari karyawan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Rina Milyati pada april 2011 bahwa Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment diperoleh nilai rxy sebesar 0,815 menunjukan bahwa kedua variable pada penelitian ini memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat dan positif, artinya Kepuasan Kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat dan positif dengan Prestasi Kerja Karyawan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Winda Tanujaya pada desember 2014 di PT Sinergi Intergra services bahwa Karyawan cleaner lebih banyak yang tergolong ke dalam kategori puas bekerja sebanyak 42 orang dibandingkan tidak puas bekerja sebanyak 10 orang. Artinya karyawan cleaner di PT. SINERGI Integra Services mayoritas merasakan  apa yang menjadi harapannya sesuai dengan kenyataan yang diterima. Harapan karyawan cleaner dalam bekerja dapat mengembangkan keterampilan, dapat terwujud dari ragam tugas yang dikerjakan. Karyawan cleaner dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan atasan maupun rekan kerja Hasil penelitian yang dilakukan oleh wayan Agus Darsana tahun 2017 pada karyawan Ayodya bahwa berdasarkan hasil pelitian ini maka dapat ditarik simpulan Keadilan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasional karyawan Ayodya resort Bali. Hal ini menunjukan semakin tinggi tingkat Keadilan organisasi yang dirasakan karyawan maka semakin tinggi komitmen organisasi karyawan.