Pengertian Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Kepuasan kerja adalah suasana psikologis tentang perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaan mereka. Karna kepuasan kerja merupakan bangunan undimensional, dimana seseorang memiliki kepuasan umum atau ketidakpuasan dengan pekerjaannya (Bavendam,dkk. 2000). Husein Umar (1999). Kepuasan kerja adalah penilaian atau cerminanan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi lingkungan kerjanya. Sedangkan menurut Locke (dalam Cetin,2006). Mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah persasaan senang seseorang dan hasil dari perasaan ini adalah perasaan ini adalah emosional yang positif yang berasal dari pekerjaan atau pengalamannya. Siagian & Sondang (2012). Mendefinisikan bahwa kepuasan kerja adalah sikap umum seseorang terhadap pekerjaannya. Artinya bahwa seseorang yang memiliki rasa puas terhadap pekerjaannya akan mempunyai sikap yang positif terhadap organisasi dimana ia bekerja. Sebaliknya, orang yang tidak puas terhadap pekerjaannya akan cenderung bersikap negatif terhadap organisasi dimana ia bekerja. Pada umumnya terdapat banyak teori yang membahas masalah kepuasan kerja sesorang dalam bekerja teori-teori tentang kepuasan kerja sebagai berikut.Ada tiga macam yang lazim dikenal, yaitu teori perbedaan atau (discrepancy theory) teori keseimbangan atau (equity theory) dan Teory Pengharapan (Ecpentancy Theory). a. Teori Perbedaan (Discrepancy Theory) Teori ini pertama kali dipelopori oleh Proter dan ia bependapat bahwa mengukur kepuasan kerja dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang ia dirasakan karyawan. Locke mengemukan bahwa kepuasan kerja karyawan tergantung pada perbedaan antara apa yang didapatkan dan apa yang diharapkan ssuai dengan hasil kerjanya. Apabila yang didapat karyawan ternyata lebih besar dari pada apa yang diharapkan maka karyawan tersebut menjadi puas. Sebaliknya, apabila yang didapatkkan karyawan lebih rendah akan menyebabkan karyawan tidak puas. b. Keseimbangan Teory (Equity Theory) Teori ini dikembangkan oleh Adams. Adapun pendahulu dari teori ini adalah Zalezenik.Prinsip dari teori ini adalah bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas situasi. Perasaan equity dan inequity atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor maupun ditempat lain. c. Teory Pengharapan (Ecpentancy Theory) Teori pengharapan dikembangkan oleh Vroom. Kemudian diperluas oleh Porter dan Lawler. Vroom menjelaskan bahwa motivasi merupakan suatu produk dari bagaimana seseorang menginginkan sesuatu, dan penaksiran seseorang memungkinkanaksi tertentu yang akan menuntunnya Pernyataan di atas berhubungan dengan rumus di bawah ini, yaitu: Valensi X Harapan = Motivasi Keterangan dari Valensi,Harapan dan Motivasi : a. Valensi merupakan suatu kekutan seseorang untuk mencapai apa yang diinginkan b. Harapan merupakan seseorang ingin mencapai Sesuatu dengan aksi tertentu c. Motivasi merupakan suatu dorongan mempunyai arah tujuan yang ingin dicapai dan yang diharapkan. Menurut noe et al. 2011 dalam (kristianto 2013). Mendefinisikan bahwa kepuasan kerja sebagai perasaan akibat persepsi bahwa pekerjaan seseorang memenuhi atau memungkinkan terpenuhinya 20 nilai-nilai kerja kepentingan bagi orang itu definisi ini merefleksikan bahwa tiga aspek pentingnya yaitu : 1. Kepuasan kerja merupakan fungsi nilai yang didefinisikan sebagai apa yang diinginkan atau diproleh seseorang baik sadar maupun tidak sadar. 2. Beragam karyawan memiliki pandangan yang berbeda menyangkut nilai-nilai yang dirasa penting dan dirasa sangat berpengaruh terhadap penentuan sikap dan derajat pada kepuasan mereka. 3. Persepsi individu bisa saja bukan merupakam refleksi dan beragam orang yang bisa memandang situasi yang sama secara berbeda-beda. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja pada karyawan merupakan seseorang tidak hanya gaji, tetapi terkait dengan pekerjaan itu sendiri, dengan faktor lain seperti hubungan dengan atasan, rekan sekerja, lingkungan kerja dan aturan-aturan. Berdasarkan ini menurut Hariandja, dkk.,(2002). Mengklarifikasikan faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yang berkaitan dengan beberapa aspek yaitu : 1. Gaji yaitu jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksana kerja apakah sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan adil. 2. Pekerjaan itu sendiri yaitu isi pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah memiliki elemen yang memuaskan. 3. Rekan sekerja yaitu temen-teman kepada siapa seseorang senantiasa berintraksi dalam pelaksanaan pekerjaan .seseorang dapat merasakan rekan sekerjanya sangat menyenangkan atau tidak menyenangkan. 4. Atasan, yaitu seseorang yang senanstiasa memberi perintah atau petunjuk dalam pelaksanaan kerja. Caracara atasan dapat tidak menyenangkan bagi seseorang atau menyenangkan dalam hal ini dapat mempengaruhi kepuasan kerja. 5. Promosi, yaitu kemungkinan seseorang dapat berkembang melalui kenaikan jabatan seseorang dapat merasakan adanya kemungkinan yang besar untuk naik jabatan atau tidak,proses kenaikan jabatan kurang terbuka. Ini juga dapat mempengaruhi kepuasan kerja seseorang. 6. Lingkungan kerja, yaitu lingkungan fisik atau psiokiologis.