Kenneth dan Gary (2005 : 129) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah cara seorang pekerja merasakan pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap pekerjaannya yang didasarkan atas aspekaspek pekerjaannya bermacam-macam. Terdapat ratusan karakteristik pekerjaan yang dipertimbangkan seorang pekerja, namun sekelompok karakteristik pekerja cenderung secara bersama-sama dievaluasi dengan cara yang sama. Sekelompok karakteristik tersebut, yang pada umumnya ditemukan dalam analisis statistik dari beberapa daftar pertanyaan sikap meliputi : gaji/ upah, kondisi kerja ,pengawasan, teman kerja, isi pekerjaan, jaminan kerja, serta kesempatan promosi. Kepuasan Kerja ( job statisfaction) karyawan harus diciptakan sebaik- baiknya supaya moral kerja, dedikasi, kecintaan dan kedisipilinan karyawan meningkat. Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini cerminkan oleh moral kerja, kediplinan dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.Kepuasan kerja dalam pekerjaan adalah kepuasan kerja yang dinikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan, dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaanya dari pada balas jasa itu penting (Hasibuan dan Malayu, 2005 : 202). Kepuasan kerja merupakan suatu ungkapan emosional yang bersifat positif atau menyenangkan sebagai hasil dari penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja (Lock, dalam Sopiah, 2008: 170). Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaanya (Robbins, dalam Sopiah, 2008:170). Kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya karyawan terhadap berbagai aspek dari pekerjannya. Dengan kata lain, kepuasan kerja mencerminkan sikap karyawan terhadap pekerjaanya. Jika karyawan bersikap positif terhadap pekerjaan yang dikerjakannya, maka karyawan akan memperoleh perasaan puas terhadap apa yang dikerjakannya. Sebaliknya ,jika karyawan bersikap negative (tidak suka), maka karyawan akan merasa tidak puas terhadap apa yang dikerjakannya (Howell dan Robert dalam Sutarto wijono, 2010:122). Kepuasan kerja merupakan “suatu tindakan efektif karyawan terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja tersebut dianggap sebagai hasil pengalaman karyawan dalam kaitannya dengan penilaian terhadap diri sendiri seperti apa yang dikehendaki atau diharapkan dari pekerjaanya. Bahwa tingkat kepuasan kerja merupakan suatu sikap dan umpan balik karyawan tehadap pekerjaannya (Fleisman dan Bass dalam Wijoyo, 2010 : 123). Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa kepuasan kerja adalah Kepuasan kerja merupakan suatu ungkapan emosional yang bersifat positif atau menyenangkan sebagai hasil dari penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja
