Manajemen risiko dapat memberikan manfaat optimal jika diterapkan sejak awal kegiatan walaupun seringkali dilakukan pada tahap pelaksanaan atau operasional kegiatan sasarannya adalah untuk meminimalkan risiko-risiko potensial dan memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang mungkin bisa diraih. Tahap ini merupakan proses untuk menentukan langkah-langkah dalam menyelesaikan risiko yang timbul dalam suatu proyek, maka dari itu faktor risiko harus didefinisikan dalam bentuk suatu rencana atau prosedur yang reaktif. Perencaaan manajemen risiko menggambarkan tentang bagaimana manajemen risiko disusun dan dilaksanakan dengan baik dalam sebuah proyek konstruksi. Keberhasilan proyek diukur melalui empat sasaran proyek, yaitu Cost, Time, Scope, dan Quality. Dampak risiko terhadap proyek dapat dikategorikan rendah, sedang, atau tinggi, tergantung bagaimana risiko tersebut mempengaruhi proyek.
