Manajemen Risiko (skripsi dan tesis)

Pada manajemen proyek, yang sangat berpengaruh dari risiko ialah kegagalan mempertahankan biaya, waktu dan mencapai kualitas serta keselamatan kerja. Risiko dalam proyek konstruksi merupakan probabilitas kejadian yang muncul dalam satu periode waktu dan bisa terjadi secara alami dalam situasi tertentu. Faktor risiko tidak dapat dihilangkan namun dapat diminimalisir dampaknya. Peluang terjadinya risiko selalu ada dalam semua tahapan kegiatan proyek konstruksi diantaranya tahapan perencanaan (planning), perancangan (design), pelaksanaan (construction) dan tahap penyelesaian (operation and maintenance). Berbagai risiko dalam pelaksanaan proyek konstruksi harus dapat dikelola dengan baik agar diperoleh hasil pekerjaan yang sesuai rencana stakeholders dan menghasilkan keuntungan bagi pihak yang berkepentingan dalam proyek tersebut. (Wang. Y : 2004) Manajemen risiko merupakan pendekatan yang efektif untuk menangani risiko pada proyek konstruksi dengan cara mengidentifikasi sumber risiko dan ketidakpastian, menetapkan pengaruhnya dan mengembangkan respon yang tepat. Tujuan dari manajemen risiko tidak hanya untuk mengurangi risiko tetapi dapat digunakan oleh seorang pengambil keputusan dalam memperkirakan risiko dengan mengubah risiko menjadi suatu peluang keuntungan atau pendapatan. Menurut Uher (1996) tahapan manajemen risiko terdiri dari lima kegiatan yaitu perencanaan (Planning), identifikasi (Risk Identification), analisa (Risk Analysis), penanganan (Risk Responses) dan tahapan pemantauan / monitoring risiko.