Tahapan uji model fisik (skripsi dan tesis)

Menurut Ajiwibowo, H, dan Yuanita, N (2011) tahapan dalam uji model fisik di laboratorium pantai berbeda beda, sesuai dengan apa yang akan diujikan. Secara garis besar tahapan pemodelan adalah sebagai berikut : 1. Persiapan pemodelan berupa perolehan gambar model yang akan diuji. 2. Penentuan skala model dengan memperhatikan kapasitas laboratorium. 3. Persiapan benda uji termasuk pasir/sedimen model apabila dibutuhkan. 4. Set-up dasar laut seperti kemiringan dan pembentukan kontur sedimen apabila diperlukan. 5. Set-up alat-alat perekam data 6. Uji sentivitas saluran/kolam gelombang dengan dasar saluran/kolam yang telah disesuaikan dengan keadaan prototipe. 7. Peletakan benda uji seperti breakwater. 8. Eksperimen laboratorium 9. Analisis hasil eksperimen. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai tahapan uji model untuk perhitungan transpor sedimen menurut Kemen PU Dirjen SDA (2007). Tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Tahap persiapan pemodelan Tahap persiapan model ini terdiri dari beberapa kegiatan, yakni : a. Pengumpulan data Agar model serupa dengan prototipenya, dibutuhkan informasi mengenai parameter lingkungan. Parameter lingkungan yang dimaksud meliputi elevasi penting pasang surut, tinggi, dan perioda gelombang, dimensi dan material pada prototipe, dan lain sebagainya. b. Persiapan benda uji Persiapan benda uji meliputi perhitungan kebutuhan bahan/material, c. Persiapan laboratorium Meliputi persiapan personil, persiapan kebutuhan material, pembuatan jadwal pengujian dan persiapan alat berupa kalibrasi alat. d. Penyusunan skenario pemodelan Pada kegiatan ini dibuat skenario model yang akan dilakukan saat pengujian. Skenario model yang dimaksud misalnya variasi tinggi gelombang, variasi periode dan lain sebagainya. 2. Tahap pembangunan model a. Penentuan skala model. Penentuan besarnya skala yang akan digunakan dibatasi oleh kemampuan/kapasitas alat pembangkit gelombang, lingkungan yang akan dimodelkan serta kemudahan dalam pembuatan model. b. Penentuan ukuran batuan dan prototipe. Langkah selanjutnya adalah menentukan ukuran dan berat batuan yang akan digunakan sebagai cover, filter dan core layer serta menentukan diameter pasir. c. Pembuatan model dalam kolam gelombang. Dilanjutkan dengan pembuatan model di dalam kolam gelombang. Model dibuat sesuai kontur pantai di lapangan dengan skala sesuai perhitungan skala model. 3. Tahap pengambilan data Setelah pembangunan model dalam kolam selesai dikerjakan, kolam gelombang diisi dengan air sampai mencapai elevasi tertentu (sesuai dengan data). Mesin gelombang dihidupkan, pengambilan data dapat mulai dilaksanakan. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan visual dan pengukuran kontur sebelum dan sesudah RUN. Pengambilan data bisa dilakukan secara manual atau menggunakan software.