Faktor-faktor manajemen laba (skripsi dan tesis)

Faktor-faktor manajemen laba menurut Restie (2010) adalah: 1. Bonus plan hypotesis Manajemen akan memilih metode akunyansi yang memaksimalkan utilitasnya yaitu bonus yang tinggi.manajer perusahaan yang memberikan bonus yang tinggi. Manajer perushaan dengan bonus yang lebih besar berdasarkan earning mengggunakan metode akuntansi yang meningkatkan laba sebagai laporan. Ada dua istilah yang terdapat dalam kontrak bonus yaitu bogey (tingkat laba terendah untuk mendapatkan bonus) dan cap (tingkat laba) jika laba di bawah laba terendah, maka bonus tidak akan diiperoleh. Begitupun sebaliknya jika laba di atas berada di atas tingkat laba, maka manajer juga tidak mendapatkan bonus tambahan. Jika bogey berada dibawah laba bersih, maka tindakan manajer cenderung memperkecil laba yang bertujuan memperoleh bonus lebih besar pada periode berikutnya, begitupun sebaliknya. Jadi manajer akan menaikan laba jika laba bersih diantara bogey dan cap. 2. Debt to equity hypothesis Manajer perushaan yang melakukan pelanggaran perjanjian kredit cenderung memlih metode akuntansi yang memiliki dampak meningkatkan laba.hal ini bertujuan untuk menjaga reputasi dalam pandangan pihak eksternal.perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity akan mendorong perusahaan menggunakan metode akuntansi yang dapat meningkatkan suatu laba atau pendapatan, yang menyebabkan perusahaan sulit dalam memperoleh dana tambahan dari kreditor dan perushaan pun terancam melanggar perjanjian hutang. 3. Polittical cost hyphotesis Perusahaan jika semakin besar, maka semakin besar pula kemungkinan perushaan akan memilih metode akuntansi yang menurunkan laba