Menurut Mungkuprawira (2004:224) penilaian kinerja memiliki manfaat
ditinjau dari beragam perspektif pengembangan perusahaan, khususnya
manajemen sumber daya manusia yaitu:
1. Perbaikan kinerja.
2. Penyesuaian kompensasi.
3. Keputusan penetapan.
4. Kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
5. Perencanaan dan pengembangan karier.
6. Proses penempatan staff.
7. Ketidakakuratan informasi.
8. Kesalahan rancangan pekerjaan.
9. Kesempatan kerja yang sama.
10. Tantangan-tantangan eksternal.
Adapun manfaat penilaian kinerja tersebut diatas dapat diuraikan sebagai
berikut:
1. Perbaikan kinerja
Umpan balik kinerja bermanfaat bagi karyawan, manajer, dan spesialis
personal dalam bentuk kegiatan yang teapat untuk memperbaiki kinerja.
2. Penyesuaian kompensasi
Penilaian kinerja membantu pengambilan keputusan menentukan siapa
yang seharusnya menerima peningkatan pembayaran dalam bentuk
kegiatan yang tepat untuk memperbaiki kinerja.
3. Keputusan penetapan
Promosi, transfer, dan penurunan jabatan biiasanya didasarkan pada
kinerja masa lalu dan antisipasif, misalnya dalam bentuk penghargaan.
4. Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
Kinerja manajerial mengidentifikasikan sebuah kebutuhan untuk
melakukan kebutuhan kembali.
5. Perencanaan dan pengembangan karier
Umpan balik kinerja membantu proses pengambilan keputusan tentang
karier spesifik karyawan.
6. Proses penempatan staff
Baik buruknya kinerja berimplikasi dalam hal kekuatan dan kelemahan
dalam prosedur penempatan staff di apartemen sumber daya manusia
(SDM).
7. Ketidakakuratan informasi
Kinerja buruk dapat mengindikasikan dalam informasi analisis pekerjaan,
rencana SDM, atau hal-hal lain dari sistem manajemen personal.
8. Kesalahan rancangan pekerjaan
Kinerja buruk mungkin sebuah gejala dari rancanagan pekerjaan yang
keliru lewat penilaian dapat di diagnosis kesalahan tersebut.
9. Kesempatan kerja yang sama
Penilaian kerja yang akurat secara aktual menghitung kaitannya dengan
kinerja dapat menjamin bahwa keputusan penempatan internal bukanlah
suatu yang bersifat diskriminasi.
10. Tantangan-tantangan eksternal
Kadang-kadang kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan
pekerjaan, seperti keluarga, finansial, kesehatan, masalah-masalah lainnya.
Jika masalah-masalah tersebut tidak diatasi melalui penilaian, depatemen
sumber daya manusia mungkin mampu menyediakan bantuannya.
Sedangkan menurut Mulyadi (2007:360) manfaat penilaian kinerja adalah
sebagai berikut:
1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui
pemotivasian personal secara maksimal.
2. Membantu pengambilan keputusan yang berkaiatan dengan
penghargaan personel, sperti: promosi, dan transfer.
3. Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengembangan personel
dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan
personel.
4. Menyediakan suatu dasar untuk mendistribusikan penghargaan.
