Pengertian Kinerja Manajerial (skripsi dan tesis)

Dalam bahasa English, sebenarnya ada sebuah kata atau istilah yang lebih
menggambarkan “kinerja” atau prestasi didalam pengertian Indonesia atau
sebagiamana digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu kata “achievement” tetapi
karena kata itu berasal dari kata “to achive” yang berarti “mencapai” kita sering
menerjemaahkan menjadi “pencapaian” atau “apa yang ingin dicapai”, sehingga
kita lebih sering mengguanakan kata “performance” untuk mengambarkan kinerja
atau prestasi.
Berbeda dengan kinerja karyawan umumnya yang bersifat konkrit, kinerja
manajerial adalah bersifat abstark dan kompleks. Kinerja manajerial sanagat
diperlukan oleh perusahaan agar tetap bertahan menghadapi perusahaan pesaing.
Kinerja manajerial merupakan sautu faktor yang dipakai untuk meningkatkan
efektifitas organisasi. Kinerja manajerial dapat tercapai apabila organisasi secara
keseluruhan, atau para manajer unit bisnis secara bersama-sama telah mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kinerja manajerial yang baik akan
menghasilkan keefektifitasan yang berjuang pada perolehan keuntungan/laba bagi
perusahaan atau organisasi.
Menurut Krismiaji edisi ke 3 (2011:68) mendefinisikan bahwa kinerja
manajerial adalah sebagai berikut:
“Manajer yang menghasilkan kinerja dengan mengerahkan bakat dan
kemampuan, serta beberapa usaha orang lain yang berbeda di dalam
daerah wewenangnya”
Menurut Henry Simamora edisi ke 3 (2012:121) mendefinisikan bahwa
kinerja manajerial adalah sebagai berikut:
“Hasil pekerjaan atau kegiatan seseorang maupun kelompok dalam suatu
organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan
organisasi dalam periode waktu tertentu”
Menurut Kornelius Hareta (2008:17) mendefinisikan bahwa kinerja
manajerial adalah:
“kinerja manajerial adalah kemampuan atau prestasi kerja yang telah
dicapai oleh para personil atau sekelompok orang dalam suatu organisasi,
untuk melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawab mereka dalam
menjalankan operasional perusahaan”
Sedangkan menurut Mahoney, dalam I Made Narsa (2005)
mendefinisikan bahwa kinerja manajerial didasarkan pada fungsi-fungsi
manajerial yang meliputi:
1. Perencanaan
2. Investigasi
3. Evaluasi
4. Supervisi/pengawasan
5. Pengaturan staf
6. Negosiasi
7. Perwakilan/representatif
Adapun penejelasan dari kinerja manajerial didasarkan pada fungsi
manajerial adalah sebagai berikut
1. Perencanaan, dalam arti kemampuan untuk menentukan tujuan dan
tindakan/pelaksanaan, seperti penjadwalan kerja, penganggaran,
merancang prosedur, dan pemrograman.
2. Investigasi, yaitu kemamouan individu untuk mengumpulkan dan
menyampaikan informasi yang berbentuk catatan, laporan, dan
rekening, untuk analisis pekerjaan.
3. Pengkordinasian, yaitu kemampuan untuk melakukan tukar menukar
informasi dengan orang lain di bagian organisasi yang lain, untuk
mengkaitkan, menyesuaikan program, memberitahu bagian lain, dan
hubungan dengan manajer lain.
4. Evaluasi, yaitu kemampuan untuk menilai dan mengkur proposal atas
kinerja yang diamati atau dilaporkan, seperti penilaian pegawai,
penilaian catatan hasil, penilaian laporan keuangan pemeriksaan
produk.
5. Pengawasan, yaitu kemampuan untuk mengarahkan, memimpin dan
mengembangkan bawahn, seperti membimbing, melatih,
menjelaskan, peraturan kerja pada bawahan, memberikan tugas
pekerjaan dan menangani bawahan.
6. Pengaturan staff, kemampuan untuk mempertahankan angkatan kerja
dibagian anda, seperti merekrut, mewawancarai, memeilih pegawai
baru, menempatkan dan mutasi pegawai.
7. Negosiasi, yaitu kemampuan dalam melakukan pembelian, penjualan
atau melakukan kontarak untuk barang dan jasa, seperti menghubungi
pemasok, tawar menawar dengan wakil penjual, tawar menawar
dengan kelompok.
8. Perwakilan, yaitu kemampuan dalam menghadiri pertemuan,
pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan perkumpulan bisnis,
melakukan pidato untuk acara kemasyarakatan, mempromosikan
tujuan umum perusahaan anda.
Dari definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja manajerial
adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan/organisasi memalui serangkaian
proses atau kerangka kerja, yang melibatkan suatu kelompok orang-orang sebagai
suatu kesatuan bisnis untuk mencapai tujuan selama periode tertentu. Untuk
mengetahui kinerja manajerial yang dicapai maka perlu dilakukan pengukuran
kinerja.