Menurut Pavitt, Tornatzky, dan Fleischer
dalam Attewell (1992) dasar inovasi
organizational technical knowledge bisa dari
internal dan eksternal. Dasar internal adalah
aktivitas research and development centers.
Attewell (1992) menjelaskan, kesuksesan suatu
inovasi bergantung pada pengembangan dari
organizational technical knowledge baru dalam
proses inovasi, salah satunya organizational
technical knowledge yang bersumber dari
aktivitas R&D perusahaan.
Aktivitas R&D internal merupakan sumber
pengetahuan internal yang penting bagi sebuah
perusahaan dan terbukti memiliki pengaruh
signifikan terhadap inovasi, karena jika
investasi dalam aktivitas R&D internal semakin
besar, maka perusahaan akan menjadi lebih
terdorong untuk melakukan inovasi (Rustika
2011).
Ellitan (2006) menambahkan bahwa
perusahaan yang melakukan inovasi,
meningkatkan penggunaan sumber inovasi
internal melalui departemen R&D, dan
melakukan investasi dalam teknologi akan dapat
mencapai kinerja yang lebih baik dibanding
perusahaan yang tingkat penerapan strategi
inovasinya rendah atau tidak memiliki
strategi inovasi sama sekali. Perusahaan yang
memutuskan untuk menjadi inovatif perlu aktif
memahami dan melengkapi program aktivitas
R&D dan perjanjian kerjasamanya serta akuisisi
teknologi eksternal
