Organizational technical knowledge, yang
merupakan bagian dari pengetahuan tacit dalam
konteks manajemen pengetahuan, dipandang
penting dalam perkembangan pengetahuan
perusahaan. Pengetahuan ini mempengaruhi
persepsi dan intensitas karyawan dalam
menggunakan teknologi dalam perusahaan
karena semakin tinggi organizational technical
knowledge individu akan memudahkan
karyawan bekerja dengan peralatan lebih
canggih.
Attewell (1992) menyatakan bahwa
organizational technical knowledge dianggap
penting dalam kesuksesan perusahaan mencapai
inovasi. Mempelajari dan mengkomunikasikan
organizational technical knowledge yang sudah
ada dibutuhkan untuk kesuksesan inovasi yang
lebih baik karena jumlah dan kejelasan sebuah
informasi dalam perusahaan akan terus
terakumulasi seiring bertambahnya pengalaman
perusahaan.
Bedard, et al. (2003) menambahkan bahwa
organizational technical knowledge individu
yang terakumulasi dengan optimal akan
membuat individu memiliki persepsi bahwa
teknologi yang diterapkan perusahaan cukup
mudah diaplikasikan. Perusahaan juga akan
cenderung untuk menunda proses adopsi
teknologi yang kompleks sampai perusahaan itu
memperoleh organizational technical
knowledge yang cukup sebagai dasar untuk
mengimplementasikan dan mengoperasikan
teknologi dengan sukses
