Faktor Penentu Inovasi (skripsi dan tesis)

Dalam memahami perilaku penerimaan organisasi dan mengidentifikasi
faktor penentu inovasi perlu diketahui jenis inovasi. Terdapat tiga jenis inovasi
inti yang mendapatkan perhatian luas, yaitu administrasi dan teknis, produk dan
proses, serta radikal dan inkremental (Damanpour, 1991). Wang dan Ahmed
(2004) mengidentifikasi lima bidang utama yang menentukan inovasi keseluruhan
organisasi, yaitu (1) inovasi produk, (2) inovasi pasar, (3) inovasi proses, (4)
inovasi perilaku, dan (5) inovasi strategi. Dari penelusuran beberapa studi
sebelumnya diketahui bahwa dimensi inovasi yang harus dieksplorasi yang
berhubungan dengan industri kerajinan perak di Celuk adalah inovasi produk dan
inovasi proses. Dikatakan demikian, karena menurut Liao (2007) selain inovasi
produk, harus dilakukan lebih banyak usaha pada perubahan prosedur karena
siklus hidup produk menjadi lebih pendek. Disamping itu, efek inovasi
manajemen tidak sejelas inovasi produk dan proses karena ruang lingkup inovasi
manajemen yang dihadapi sangat luas. Perubahan manajerial baru membutuhkan
perencanaan yang tepat dan pertimbangan konsekuensi.
Dalam penelitian ini dibahas inovasi produk dan inovasi proses, namun
inovasi manajemen dituangkan dalam inovasi proses, oleh karena perubahan
manajemen juga diperlukan pada industri kerajinan perak di Bali.
Determinan organisasi yang memengaruhi inovasi menurut Damanpour
(1991) adalah spesialisasi, perbedaan fungsional, profesionalisme, formalisasi,
sentralisasi, perilaku manajerial terhadap perubahan, sifat manajer. Selain itu, juga
sumber daya pengetahuan teknis, intensitas administratif, keterbatasan sumber
daya, komunikasi eksternal, dan komunikasi internal. Anteseden inovasi yang
ditemukan oleh Murat dan Baki (2011) yaitu top management support karena
inovasi merupakan proses yang panjang dan kompleks sehingga manajemen
puncak memiliki peran penting dalam keberhasilannya; creative capability,
kreativitas merupakan kemampuan untuk mengembangkan ide atau produk/ jasa
baru, berfungsi untuk tujuan pengembangan inovasi; organizational learning
capability, organisasi belajar memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan
situasi baru dan memperbarui diri sesuai dengan tuntutan lingkungan