Akuntansi memiliki beberapa cabang ilmu, salah satunya adalah akuntansi
keperilakuan. Ilmu akuntansi keperilakuan dibangun berdasarkan kontribusi dari
sejumlah disiplin ilmu keperilakuan, seperti psikologi, psikologi sosial. Sebagian
besar kontribusi psikologi berada pada tataran analisis tingkat individu atau
tingkat mikro (Arfan Ikhsan, 2014 : 9). Disiplin lainnya seperti sosiologi dan
psikologi sosial membantu memahami konsep makro seperti proses kelompok
dalam organisasi. Arfan Ikhsan (2014 : 11) memaparkan beberapa disiplin ilmu
yang mempengaruhi ilmu akuntansi keperilakuan, yaitu :
1. Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,
menjelaskan, dan terkadang mengubah perilaku manusia. Para psikolog
memperhatikan, mempelajari, dan berupaya memahami perilaku individual.
Mereka yang telah menyumbang dan terus memperkaya pengetahuan tentang
perilaku organisasi adalah teoretikus pembelajaran, teoretikus kepribadian,
psikolog konseling, dan yang paling penting adalah psikolog industri dan
organisasi.
2. Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang sifat masyarakat, perilaku
masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Sosiologi merupakan cabang
ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia. Sosiologi pertama kali dicetuskan sebagai cabang ilmu
tersendiri oleh ilmuwan Prancis, August Comte.
3. Psikologi Sosial
Dunia psikologi merupakan dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan,
motivasi, kepribadian, dan sejenisnya yang berkaitan dengan individu.
Sosiologi secara umum cenderung berkaitan dengan persoalan
kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah persoalan kepribadian,
mental, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai
individu. Sementara itu, sosiologi lebih mengabdikan kajaiannya pada budaya
dan struktur sosial dimana keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan
kepribadian.
4. Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang berarti manusia atau
orang, dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai
makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Antropologi memiliki dua sisi
holistik yang meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi
kemanusiannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan
antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada
perbandingan atau perbedaan budaya antar manusia. Meskipun demikian, sisi
ini banyak diperdebatkan sampai menjadi suatu kontroversi sehingga metode
antropologi saat ini sering dilakukan pada pemusatan penelitian kepada
pentutuk yang merupakan masyarakat tunggal.
5. Ilmu Politik
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik
politik serta deskripsi dan analisis terhadap sistem politik dan perilaku politik.
Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset. Ilmuwan politik mempelajari
alokasi dan transfer kekuasaan dalam pengambilan keputusan, peran, dan
sistem pemerintahan termasuk pemerintah dan organisasi internasional, serta
perilaku politik dan kebijakan publik.
Ilmu akuntansi merupakan ilmu yang selalu berkembang. Perkembangan
ilmu akuntansi seiring dengan perkembangan dunia bisnis saat ini. Pada
perkembangannya akuntansi berperan dalam menghasilkan informasi keuangan
maupun non-keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses
pengambilan keputusan bisnis. Tujuan informasi tersebut adalah memberikan
petunjuk dalam memilih tindakan yang terbaik guna mengalokasikan sumber daya
langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun pemilihan dan penetapan suatu
keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keperilakuan, dengan demikian
akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan
organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntansi. Jadi akuntansi
bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan sesuatu yang akan selalu
berkembang sepanjang waktu seiring dengan perkembangan lingkungannya agar
dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya (Arfan Ikhsan,
2014 : 12).
Perkembangan yang pesat dalam akuntansi keperilakuan lebih disebabkan
akuntansi secara simultan dihadapkan dengan ilmu-ilmu sosial yang lain secara
menyeluruh. Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan faktor sosial
sesungguhnya didesain secara jelas dalam aspek-aspek operasional utama dari
seluruh sistem akuntansi. Menurut Arfan Ikhsan (2014 : 18) selama ini, belum
pernah ada yang melihatnya dari sudut pandang semacam itu, dan para akuntan
belum pernah mengoperasikan perilaku pada sesuatu yang vakum. Para akuntan
membuat beberapa asumsi secara berkelanjutan mengenai bagaimana mereka
membuat orang termotivasi, bagaimana mereka menginterpretasikan dan
menggunakan informasi akuntansi serta bagaimana sistem mereka dapat berjalan
sesuai dengan kenyataan dan memengaruhi organisasi.
Dalam pandangan ini, pengertian yang lebih mendalam dan berharga dapat
diperoleh dari pemahaman atas perilaku dan ilmu-ilmu sosial. Akan tetapi
terdapat banyak teori psikolgi, sosiologi, politik, serta organisasi yang bersifat
sementara dan banyak bidang penting yang dapat ditemukan terkadang
bertentangan. Walaupun demikian teori tersebut menawarkan hal-hal penting bagi
perluasan pandangan, paling tidak sebagai bagian dari proses yang berhubungan
dengan pola sistem akuntansis secara lebih luas dan pengaruhnya terhadap
perilaku manusia. Dengan menganalisis secara sistematis hubungan antara sistem
akuntansi, bentuk pengendalian, sikap manusia dalam pengambilan keputusan,
serta tingkatan sosial dan perilaku. Dengan demikian, hal tersebut tidak menjadi
dasar bagi munculnya konflik dan pertentangan dari banyaknya permasalahan
akuntansi, serta tidak menyebabkan potensi organisasi dan akuntansi sosial itu
sendiri diragukan (Arfan Ikhsan, 2014 : 19).
Ilmu pengetahuan keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial,
akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan
keperilakuan. Oleh karena itu ilmuwan keperilakuan terlibat dalam riset terhadap
aspek-aspek teori motivasi, kepuasan sosial, maupun bentuk sukap. Akuntansi
keperilakuan praktis diterapkan melalui penggunaan riset ilmu keperilakuan untuk
menjelaskan dan memprediksikan perilaku manusia. Akuntansi selalu
menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan dari disiplin ilmu lainnya untuk
meningkatkan kegunaanya
