Mengelola Talent Management Yang Efektif (skripsi dan tesis)

Untuk mengoptimalkan kemampuan dalam mencapai keunggulan yang langgeng, organisasi harus memiliki talent management yang proaktif dan memiliki cara yang sistematis untuk melakukan aktivitas-aktivitas talent management tersebut. Berger & Berger (2008) berpendapat bahwa untuk memiliki talent management yang proaktif dan sistematis, organisasi harus memiliki fokus kepada tiga hal, yaitu: 1) Melakukan identifikasi, seleksi, pengembangan, dan mempertahankan para superkeeper. Superkeeper merupakan kelompok karyawan yang jumlahnya sangat kecil, namun dapat menunjukkan kinerja yang superior sehingga dapat mengilhami karyawan lainnya untuk mencapai kinerja yang superior juga yang berdampak kepada terwujudnya kompetensi inti dan nilai-nilai organisasi. 2) Mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan yang berkualitas tinggi sebagai kader pengganti pemegang jabatan pada posisi-posisi (jabatan-jabatan) kunci yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi saat ini dan yang akan datang. 3) Melakukan klasifikasi dan investasi setiap karyawan berdasarkan realisasi dan/atau potensi kontribusinya kepada organisasi. Karyawan sendiri dapat diklasifikasikan sebagai berikut: o Superkeeper, yaitu kelompok karyawan yang mampu mencapai kinerja jauh melebihi yang diharapkan; o Keeper, yaitu kelompok karyawan yang mampu mencapai kinerja melebihi yang diharapkan; o Solid citizen, yaitu kelompok karyawan yang kinerjanya sesuai dengan yang diharapkan; o Misfil, kelompok karyawan yang kinerjanya dibawah yang diharapkan. Dalam melaksanakan talent management, perusahaan perlu untuk mengelola karyawan-karyawannya yang memiliki kinerja yang tinggi.
Untuk melaksanakan hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Seperti yang dikemukakan Brown & Hesketh (2004): “Little short of a cultural revolution is required in the way organizations utilize the talents and capability of graduates and to meet the expectations of the latterfor interesting and meaningful work. But the way companies organize their human resources and especially their approach to graduate recruitment cannot be explained  solely as a functional issue of making sure thet there are people with the appropriate knowledge and skills to fulfil the strategic mission of the organization.” Oleh karena itu, menurut Wellins, et. al. (2010), untuk menghasilkan talent management yang efektif diperlukan komponen kunci sebagai berikut: 1) Kejelasan antara strategi bisnis organisasi saat ini dan yang akan datang; 2) Mengidentifikasikan jarak antara talent yang ada dengan talent yang dibutuhkan untuk membawa kesuksesan bisnis; 3) Talent management yang ada juga harus diintegrasikan dengan strategi dan perencanaan bisnis; 4) Keputusan perekrutan dan promosi yang akurat; 5) Keterkaitan antara tujuan individu dan tim untuk menghasilkan tujuan yang sama dan menghasilkan harapan yang jelas serta feedback untuk mengatur kinerja; 6) Mengembangkan talent untuk meningkatkan kinerja pada posisi yang ada, sebagaimana ketersediaan untuk transisi ke tingkat selanjutnya; 7) Fokus tidak hanya pada strategi talenta itu sendiri, tetapi juga elemen-elemen yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan; 8) Dampak terhadap bisnis dan pengukuran keefektifan tenaga kerja selama dan setelah implementasi. Dalam mengimplementasikan talent management, perusahaan perlu memiliki alat-alat untuk mewujudkannya. Berdasarkan Berger & Berger (2008), ada empat langkah untuk menghasilkan alat-alat tersebut, yaitu: 1. Mengembangkan alat dan skala assessment a) Menyusun definisi kompetensi dan skala pengukurannya; b) Mengembangkan sistem evaluasi kinerja dan skala pengukurannya; c) Mengembangkan perkiraan potensi talent dan skala pengukurannya; d) Mengaplikasikan skala pengukuran tersebut pada setiap pekerjaan. 2. Mengembangkan alat pelatihan dan pengembangan a) Menyusun petunjuk pelaksanaan pembimbingan (coaching); b) Menyusun direktori program pelatihan dan pengembangan yang terkait dengan kompetensi; c) Menyusun direktori buku yang terkait dengan pengembangan setiap jenis kompetensi 3. Melakukan evaluasi setiap karyawan dengan alat-alat tersebut  4. Menyiapkan rencana tindakan a) Menyusun ikhtisar kekuatan karyawan; b) Menyusun formulir dan rencana pengembangan kompetensi yang merupakan talenta individu