Pelaporan laba bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan
seperti investor, kreditor, serta pihak lain. Investor dan kreditor biasanya
menggunakan informasi laba saat ini untuk memprediksi laba masa depan. Agar prediksi yang diperoleh tepat, investor membutuhkan laba yang berkualitas untuk menjamin informasi laba tersebut bermanfaat. Persistensi laba merupakan suatu ukuran yang menjelaskan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan jumlah laba yang diperoleh saat ini sampai satu periode masa depan (Sloan, 1996).
Atas dasar persistensi, laba yang berkualitas adalah laba yang persisten
yaitu laba yang berkelanjutan, lebih bersifat permanen dan tidak bersifat
transitori. Persistensi sebagai kualitas laba ini ditentukan berdasarkan perspektif kemanfaatannya dalam pengambilan keputusan khususnya dalam penilaian ekuitas, laba yang berkualitas tinggi ádalah laba yang mempunyai kemampuan tinggi dalam memprediksi laba di masa datang (Schipper dan Vincent, 2003).
Sloan (1996) menggunakan koefisien regresi dari regresi antara laba
akuntansi perioda sekarang dengan perioda yang akan datang sebagai proksi
persistensi laba akuntansi. Laba akuntansi dianggap semakin persisten, jika
koefisien variasinya semakin kecil. Jika koefisiennya positif dan menghasilkan
angka yang mendekati satu, maka dapat dikatakan laba tersebut memiliki
persistensi yang tinggi, dan jika mendekati nilai nol, maka akan memiliki laba
transitori yang tinggi. Jika koefisiennya negatif dan menghasilkan angka yang
mendekati satu, maka persistensinya kurang, sebaliknya jika angka lebih kecil
atau mendekati nol, maka persistensinya kuat atau besar. Selain itu, persistensi laba ditentukan oleh komponen akrual dan aliran kas yang terkandung dalam laba saat ini (Penman, 2001 dalam Wijayanti, 2006).
Hanlon (2005) menguji apakah persistensi laba dapat dijelaskan oleh
perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal. Pengujian ini memfokuskan
pada manfaat informasi laba, khususnya laba yang persisten bagi investor.
Karena laba persisten sangat penting bagi penilaian investor, maka diidentifikasi dan diuji faktor yang mengindikasi persistensi laba tersebut, yaitu perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal (book tax differences)
