Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan akrual selain menghasilkan informasi atas transaksi di masa lampau juga menghasilkan informasi atas transaksi serta sumber daya yang menghasilkan penerimaan kas di masa akan datang (Anggasari, 2009). Laporan keuangan yang berguna bagi pemakainya, yaitu laporan keuangan yang memiliki informasi keuangan yang andal yaitu bebas dari informasi yang tidak sesuai, kesalahan material, serta mampu menjadi andal bagi pemakainya sebagai informasi yang tulus dan jujur (Briliane, 2012). Subramanyam dan Wild (2010) menyatakan bahwa akrual adalah total penyesuaian akuntansi yang menghasilkan perbedaan diantar laba bersih dan arus kas bersih. Richardson dkk (2005) merupakan yang pertama memakai keandalan akrual. Martani (2012) menyatakan bahwa informasi dikatakan memiliki keandalan apabila informasi 17 tersebut tidak mengandung penyajian yang tidak sesuai dengan keadaan sebenanya, bebas dari kesalahan material serta bisa dimanfaatkan bagi penggunanya kareana informasi tersebut disajikan dengan jujur. Richardson dkk (2005) mengelompokkan item-item akrual yang ada di neraca berdasarkan keandalannya yaitu tinggi (high), sedang (medium) dan rendah (low). Terdapat 3 komponen yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat keandalannya yaitu perubahan aset keuangan (ΔFIN), perubahan modal kerja (ΔWC) dan perubahan aset operasi lancar (ΔNCO). Perubahan aset keuangan (ΔFIN) diklasifikasikan sebagai akrual yang memiliki keandalan yang tinggi (high) karena untuk menentukan nilainya dapat menggunakan nilai pasar. Perubahan modal kerja (ΔWC) diklasifikasikan sebagai akrual dengan tingkat keandalan sedang (medium) karena didominasi oleh piutangdan persediaan yang merupakan akun-akun yang paling besar dipengaruhi oleh management judgement (Scholer, 2004). Sedangkan perubahan aset operasi tidak lancar (ΔNCO) diklasifikasikan ke dalam akrual dengan tingkat keandalan medium atau rendah karena didominasi oleh aset tetap dan aset tak berwujud yang pada umumnya berupa penentuan biaya yang dikapitalisasi, pemilihan metode depresiasi/amortisasi dan jumlah yang harus dihapuskan ketika terjadi penurunan nilai. Semakin rendahnya akrual, akan semakin andal. Akrual yang tinggi dapat memicu tindakan oportunis oleh manajemen sehingga memanipulasi penyajian informasi keuangan (Qoriza, 2016).
