Karakteristik Total Quality Management (TQM)


Menurut Goetsch dan Davis dalam Ibrahim dan Rusdiana (2021), ada 10
(sepuluh) unsur utama dari karakteristik Total Quality Management, yaitu:

  1. Fokus pada Pelanggan
    Pelanggan eksternal menentukan kualitas dari produk maupun jasa.
    Sementara itu, pelanggan internal memiliki peran yang besar dalam
    menentukan kualitas dari manusia, proses dan lingkungan yang
    berkaitan dengan produk maupun jasa.
  2. Obsesi terhadap Kualitas
    Organisasi yang menerapkan Total Quality Management, penentu
    akhir dalam kualitas yaitu pelanggan eksternal dan internal. Dengan
    adanya kualitas yang ditentukan, organisasi harus terobsesi dalam
    memenuhi maupun melampaui dari apa yang telah ditentukan.
  3. Pendekatan Ilmiah
    Dalam menerapkan Total Quality Management penting dilakukannya
    pendekatan ilmiah. Hal ini dilakukan guna mendesain pekerjaan dan
    dalam proses pengambilan keputusan serta pemecahan dari masalah
    yang berhubungan dengan pekerjaan yang didesain. Dengan itu, data
    dibutuhkan dan digunakan untuk menyusun tolok ukur, memonitor
    prestasi, dan melakukan perbaikan.
  4. Komitmen Jangka Panjang
    Dalam menjalankan bisnis, Total Quality Management merupakan
    suatu paradigm yang baru. Oleh karenanya, perusahaan juga
    membutuhkan budaya yang baru juga. Untuk itu, komitmen dalam
    jangka panjang sangat penting dalam mewujudkan perubahan budaya
    sagar penerapan Total Quality Management dapat berjalan dengan
    baik.
  5. Kerja Sama Tim
    Pada organisasi yang menerapkan Total Quality Management,
    melakukan kerja sam tim dan menjalin hubungan serta dibina, baik
    antar karyawan organisasi maupun dengan penyuplai, lembagalembaga pemerintahan serta masyarakat disekitarnya.
  6. Perbaikan Sistem secara Berkesinambungan
    Produk atau jasa yang dihasilkan dengan melakukan proses-proses
    tertentu dalam suatu sistem atau lingkungan. Karena itu, sistem yang
    sudah tersedia harus dilakukan perbaikan secara terus-menerus untuk
    meningkatkan kualitas yang dihasilkan.
  7. Pendidikan dan Pelatihan
    Setiap karyawan didorong dan diharapkan agar terus belajar secara
    terus-menerus serta tidak mengenal adanya batasan dalam umur.
    Dengan belajar, setiap karyawan yang terdapat pada perusahaan dapat
    terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
  8. Kebebasan yang Terkendali
    Dengan adanya keterlibatan dan pemberdayaan dalam membuat
    keputusan dan memecahkan masalah menjadikan ini unsur yang
    penting dalam Total Quality Management. Karena unsur ini dapat
    menumbuhkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab dari karyawan
    dalam membuat keputusan. Selain itu, dapat menambah pengetahuan
    dan pandangan dalam pengambilan keputusan, karena banyak pihak
    yang terlibat. Walaupun demikian, kebebasan yang ada karena
    keikutsertaan tersebut merupakan hasil dari pengendalian sudah
    direncanakan dan terlaksana dengan baik.
  9. Kesatuan Tujuan
    Perusahaan harus mempunyai suatu kesatuan tujuan. Setiap usaha
    dapat diarahkan kepada tujuan yang sama. Tetapi tidak berarti harus
    selalu adanya persetujuan maupun kesepakatan dengan pihak
    manajemen dan dengan pihak karyawan mengenai gaji dan kondisi
    kerja.
  10. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan
    Penting dalam melibatkan dan pemberdayaan karyawan dalam
    menerapkan Total Quality Management. Melakukan pemberdayaan
    bukan hanya sekedar melibatkan karyawan, tetapi menyertakan
    karyawan dengan memberikan pengaruh yang berarti.