Menurut Goetsch dan Davis dalam Ibrahim dan Rusdiana (2021), ada 10
(sepuluh) unsur utama dari karakteristik Total Quality Management, yaitu:
- Fokus pada Pelanggan
Pelanggan eksternal menentukan kualitas dari produk maupun jasa.
Sementara itu, pelanggan internal memiliki peran yang besar dalam
menentukan kualitas dari manusia, proses dan lingkungan yang
berkaitan dengan produk maupun jasa. - Obsesi terhadap Kualitas
Organisasi yang menerapkan Total Quality Management, penentu
akhir dalam kualitas yaitu pelanggan eksternal dan internal. Dengan
adanya kualitas yang ditentukan, organisasi harus terobsesi dalam
memenuhi maupun melampaui dari apa yang telah ditentukan. - Pendekatan Ilmiah
Dalam menerapkan Total Quality Management penting dilakukannya
pendekatan ilmiah. Hal ini dilakukan guna mendesain pekerjaan dan
dalam proses pengambilan keputusan serta pemecahan dari masalah
yang berhubungan dengan pekerjaan yang didesain. Dengan itu, data
dibutuhkan dan digunakan untuk menyusun tolok ukur, memonitor
prestasi, dan melakukan perbaikan. - Komitmen Jangka Panjang
Dalam menjalankan bisnis, Total Quality Management merupakan
suatu paradigm yang baru. Oleh karenanya, perusahaan juga
membutuhkan budaya yang baru juga. Untuk itu, komitmen dalam
jangka panjang sangat penting dalam mewujudkan perubahan budaya
sagar penerapan Total Quality Management dapat berjalan dengan
baik. - Kerja Sama Tim
Pada organisasi yang menerapkan Total Quality Management,
melakukan kerja sam tim dan menjalin hubungan serta dibina, baik
antar karyawan organisasi maupun dengan penyuplai, lembagalembaga pemerintahan serta masyarakat disekitarnya. - Perbaikan Sistem secara Berkesinambungan
Produk atau jasa yang dihasilkan dengan melakukan proses-proses
tertentu dalam suatu sistem atau lingkungan. Karena itu, sistem yang
sudah tersedia harus dilakukan perbaikan secara terus-menerus untuk
meningkatkan kualitas yang dihasilkan. - Pendidikan dan Pelatihan
Setiap karyawan didorong dan diharapkan agar terus belajar secara
terus-menerus serta tidak mengenal adanya batasan dalam umur.
Dengan belajar, setiap karyawan yang terdapat pada perusahaan dapat
terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. - Kebebasan yang Terkendali
Dengan adanya keterlibatan dan pemberdayaan dalam membuat
keputusan dan memecahkan masalah menjadikan ini unsur yang
penting dalam Total Quality Management. Karena unsur ini dapat
menumbuhkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab dari karyawan
dalam membuat keputusan. Selain itu, dapat menambah pengetahuan
dan pandangan dalam pengambilan keputusan, karena banyak pihak
yang terlibat. Walaupun demikian, kebebasan yang ada karena
keikutsertaan tersebut merupakan hasil dari pengendalian sudah
direncanakan dan terlaksana dengan baik. - Kesatuan Tujuan
Perusahaan harus mempunyai suatu kesatuan tujuan. Setiap usaha
dapat diarahkan kepada tujuan yang sama. Tetapi tidak berarti harus
selalu adanya persetujuan maupun kesepakatan dengan pihak
manajemen dan dengan pihak karyawan mengenai gaji dan kondisi
kerja. - Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan
Penting dalam melibatkan dan pemberdayaan karyawan dalam
menerapkan Total Quality Management. Melakukan pemberdayaan
bukan hanya sekedar melibatkan karyawan, tetapi menyertakan
karyawan dengan memberikan pengaruh yang berarti.
