Transformasi Digital


Transformasi digital menurut Parviainen et al. (2017) didefinisikan sebagai
perubahan cara kerja, peran, dan penawaran bisnis yang disebabkan oleh adopsi
teknologi digital dalam suatu organisasi, atau dalam lingkungan operasi
organisasi. Menurut Vial (2019) transformasi digital merupakan
sebuahsistem/proses yang memiliki tujuan untuk meningkatkan suatu entitas
dengan memacu perubahan yang signifikan pada propertinya yang dilakukan
melalui kombinasi teknologi informasi, konektivitas, komputasi dan komunikasi.
Adapun pengertian lain transformasi digital dikemukakan Bondar et al. (2017)
yaitu jaringan yang konsisten dari semua sektor ekonomi dan sebagai adaptasi
para pelaku terhadap keadaan baru ekonomi digital. Berdasarkan pengertian diatas
dapat ditarik kesimpulan mengenai transformasi digital yaitu proses perubahan
kinerja yang mengaplikasikan perkembangan teknologi digital yang meningkat
secara signifikan (Bondar et al., 2017; Parviainen et al., 2017; Vial, 2019).
Kerangka kerja transformasi digital mencakup jaringan pelaku seperti
bisnis dan konsumen di semua segmen rantai nilai tambah, dan penerapan
teknologi baru. Dengan demikian, transformasi digital membutuhkan
keterampilan yang melibatkan ekstraksi, pertukaran data dan analisis serta
konversi data tersebut menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti. Informasi ini
harus digunakan untuk menghitung dan mengevaluasi pilihan, untuk
memungkinkan keputusan dan/atau memulai kegiatan. Untuk meningkatkan
kinerja serta jangkauan perusahaan, transformasi digital melibatkan perusahaan,
model bisnis, proses, hubungan, produk, dll (Schallmo et al., 2019). Menurut
Jakfar (2020) transformasi digital dalam bisnis ditandai dengan banyaknya
kemunculan model bisnis baru berbasis teknologi. Model – model bisnis tersebut
antara lain sebagai berikut.
a. Brokerage/Marketplace
Brokerage atau yang biasa disebut dengan marketplace merupakan salah
satu model bisnis menghubungkan penjual dan pembeli dalam satu tempat.
Keuntungan yang didapatkan oleh brokerage atau marketplace berasal dari
biaya layanan penggunaan marketplace atau bookerage tersebut, selain itu
keuntungan juga berasal dari komisi penjualan dan jasa iklan dari penjual.
keuntungan dari biaya. Dalam jenis model bisnis ini konsumen dapat
menemukan berbagai jenis produk dari beragam penjual atau toko. Contoh
brokerage atau marketplace yang ada di Indonesia yaitu Tokopedia,
Bukalapak, Lazada, shopee dan marketplace lainnya.
b. Advertising
Advertising merupakan model bisnis sebagai tempat perhubungan antara
pemasang iklan dengan pemilik tempat media tersebut. Selain itu, pemilik
media juga sering kali mengiklankan medianya menggunakan model
bisnis ini. keuntungan yang didapatkan dari periklanan berasal dari komisi
atau keuntungan penayangan iklan serta biaya iklan untuk para pemilik
media. Contoh aplikasi model bisnis advertising adalah Google Ads,
Facebook Ads, dan media penyedia periklanan lainnya.
c. Infomediary
Infomediary merupakan model bisnis yang berfungsi untuk
menghubungkan antara kurasi dengan konsumennya. Keuntungan yang
didapatkan saat menjalankan model bisnis ini berasal dari keuntungan
biaya akses dan biaya pelayanan informasi. Contoh perusahaan yang
mengadaptasi jenis model bisnis ini yaitu misalnya Kompas dan
Bloomberg.
d. Merchant
Model bisnis merchant mendapatkan keuntungannya dengan menjual
barang dagang yang tidak diproduksi sendiri dengan memanfaatkan
teknologi informasi digital untuk memasarkannya.
e. Manufacturer
Model bisnis jenis manufacturer menjual produk hasil manufaktur dari
produsen kepada distributor lainnya, dengan memanfaatkan teknologi
digital.
f. Affiliate
Model bisnis affiliate mendapatkan keuntungannya dari pembagian hasil
dari perusahaan lain yang dipromosikan. Jenis model bisnis ini tidak akan
membayar apapun atau mengganti rugi apapun apabila tidak terjadi
penjualan atau tidak menghasilkan keuntungan.
g. Community
Model bisnis community memanfaatkan keterikatan para komunitas untuk
mendapatkan keuntungannya yaitu yang berasal dari biaya langganan
biaya jasa periklanan, atau biaya pengiriman..
h. Subscription
Model bisnis subscription mendapatkan keuntungannya dari pelanggan
yang berlangganan terhadap bisnis mereka. Para konsumen akan
berlangganan untuk dapat menikmati layanan yang disediakan perusahaan.
perusahaan yang memanfaatkan model bisnis ini contohnya yaitu Spotify,
Netflix, dan perusahaan lainnya.
i. Utility/On-demand
Utility/On-demand merupakan model bisnis yang mendapatkan
keuntungan dari pelayanan yang mereka berikan. Model bisnis ini banyak
menawarkan pelayanan bagi para konsumennya. Contoh pengaplikasian
model bisnis ini di Indonesia yaitu aplikasi Gojek dan Grab