Penjelasan mengenai “Atmosphere” pertama kali dikemukakan oleh Kotler
pada tahun 1973. Atmosfer atau atmosphere merupakan salah satu elemen penting
untuk menciptakan pengalaman toko yang unik, yang disesuaikan dengan pasar
sasaran serta bertujuan untuk menggerakkan konsumen untuk membeli (Phillip
Kotler & Armstrong, 2017). Ruang yang diciptakan melalui atmosfer dalam
lingkup bisnis adalah atmosfer toko atau store atmosphere (Kim et al., 2020).
Barros et al. (2019) menjelaskan bahwa store atmosphere merupakan faktor
penentu yang menentukan apakah harapan konsumen terpenuhi dan faktor
tersebut mempengaruhi kesan konsumen tentang pengalaman berbelanja mereka.
Suasana toko juga digambarkan sebagai upaya sadar untuk menciptakan
lingkungan toko yang menghasilkan efek emosional tertentu pada konsumen dan
dapat meningkatkan kemungkinan pembelian konsumen. Menurut Anderson &
Sin (2020) store atmosphere merupakan salah satu strategi yang dijalankan
dengan menciptakan tampilan dan tata letak fisik yang dapat menciptakan
kenyamanan pembeli untuk menjelajahi toko.
Sejalan dengan “Atmosphere” yang dikemukakan pertama kali oleh Kotler,
L.Childers et al. (2001) menciptakan “Webmosphere” belanja online sebagai
atmosphere dalam lingkup digital, dengan faktor pembentuknya yaitu lingkungan
belanja interaktif, navigasi, kenyamanan, dan substitusi dari lingkungan elektronik
untuk memeriksa produk secara pribadi. Konsep webmosphere menurut
Semerádová & Weinlich (2021) yaitu mengacu pada desain lingkungan web yang
disengaja untuk menciptakan efek positif (kognisi atau pengaruh positif) pada
penggunanya untuk meningkatkan tanggapan yang menguntungkan dari
konsumen (mengunjungi kembali situs, eksplorasi, dll.).
Adapun pengertian digital atmosphere menurut Kim et al. (2020) yaitu
penerapan teknologi informasi dan komunikasi sebagai strategi untuk
menciptakan suasana ritel yang meningkatkan pengalaman belanja di dalam toko.
Sedangkan dalam Paz & Delgado (2020) dijelaskan digital atmosphere
merupakan upaya merancang lingkungan pembelian yang dapat menghasilkan
efek emosional pada pembeli untuk meningkatkan kemungkinan pembeliannya
pada saluran digital yang difasilitasi oleh teknologi.
Berdasarkan pengertian – pengertian yang dijelaskan sebelumnya, dapat
mengambil kesimpulan bahwa digital atmosphere merupakan strategi yang
dirancang untuk menciptakan lingkungan pembelian pada saluran digital dengan
pengadopsian teknologi informasi dan komunikasi untuk menciptakan efek positif
bagi pembeli agar pembeli memberikan respon positif dan memuaskan yaitu
dengan meningkatkan pembeliannya terhadap toko digital tersebut (Kim et al.,
2020; Paz & Delgado, 2020; Semerádová & Weinlich, 2021)
