Untuk mengukur digital atmosphere teori utama yang digunakan di
dalamnya yaitu berasal dari teori atmosphere yang kemudian diadopsi
menggunakan teknologi digital. Adapun indikator atmosphere yaitu sebagai
berikut (Nugroho, 2019; W. Y. Wu et al., 2013).
a. Unattractive-attractive
b. Dull-bright
c. Unlively-lively
d. Boring-stimulating
Abrar et al. (2017) mengemukakan 4 indikator untuk mengukur variabel
online store atmosphere yaitu sebagai berikut.
a. Informativeness
Indikator Informativeness merupakan indikator guna mengukur apakah
toko tersebut memberikan informasi yang informatif dan berguna bagi
para konsumen.
b. Navigation
Indikator Navigation adalah indikator untuk mengukur navigasi atau menu
atau link sebagai petunjuk dalam suatu website atau aplikasi.
c. Entertainment
Indikator Entertainment merupakan indikator yang berfungsi mengukur
apakah toko tersebut mampu menghibur serta meningkatkan suasana hati
konsumennya.
d. Layout
Indikator Layout adalah indikator untuk mengukur bagaimana tata letak
dari toko tersebut sehingga membuat toko tersebut menjadi semakin
menarik.
Webmosphere merupakan suasana toko berbasis web, yang mana hal
tersebut merupakan salah satu bagian dari business digital. Indikator digital
atmosphere menurut Lorenzo-Romero et al. (2016) dari hasil penelitian
berdasarkan temuan L.Childers et al. (2001) terbagi kedalam dua dimensi yaitu
sebagai berikut.
a. Stimulus verbal
Dimensi stimulus verbal merupakan dimensi dengan indikator yang
mampu merangsang keputusan konsumen melalui tulisan. Indikator dari
dimensi itu yaitu struktur navigasi.
b. Stimulus Non-Verbal
Dimensi stimulus non-verbal merupakan dimensi dengan indikator
pengukurnya mampu merangsang keputusan konsumen tanpa melalui
tulisan. Indikator dari dimensi ini yaitu music dan presentasi produk.
Dalam aspek digital, suasana berbelanja dipengaruhi oleh penerimaan
terhadap teknologi yang digunakan. Paz & Delgado (2020) menyatakan bahwa
model yang mendekati webmosphere yang dapat mengukur atmosphere dalam
perspektif teknologi digital yaitu TAM atau technology acceptance model. Oleh
karena itu untuk mengetahui tingkatan digital atmosphere digunakan indikator
technology acceptance model menurut Sukendro et al. (2020) , yaitu sebagai
berikut.
a. Perceived Usefulness
Perceived usefulness atau persepsi kegunaan merupakan indikator yang
berfungsi untuk mengukur persepsi mengenai fungsi dan penggunaan
teknologi yang bersangkutan.
b. Perceived Ease of Use
Perceived Ease of Use atau yang biasa disebut dengan persepsi kemudahan
yaitu indikator guna mengukur persepsi mengenai tingkat kemudahan
dalam menggunakan serta dalam mempelajari teknologi tersebut
c. Behavioral intention
Behavioral intention merupakan indikator yang digunakan untuk
mengukur kondisi penerimaan pengguna teknologi yang bersangkutan
yang mana menerangkan bahwa konsumen memiliki niat yang mendorong
penggunaan tekonologi yang bersangkutan.
d. Facilitating Condition
Facilitating condition (kondisi fasilitas) adalah indikator untuk mengukur
kondisi fasilitas atau fitur yang tersedia dalam teknologi yang
bersangkutan, serta memastikan fasilitas tersebut berjalan sesuai dengan
fungsinya.
