Manajemen strategi yang baik tentunya bisa membuat organisasi agar bisa
menerapkan strateginya lewat proses anggaran sistem manajemen, perubahan pada
struktur organisasi proyek, perencanaan program, dan prosedur program. Riva’i dalam
Yunus (2016:14) menjelaskan bahwa proses dari manajemen strategi umumnya bisa
dicapai dalam tiga hal yaitu:
- Penerapan Strategi atau Formulating Strategy
Penerapan strategi ini memiliki beberapa cakupan seperti mengidentifikasi
peluang-peluang serta ancaman yang berasal dari faktor eksternal organisasi, , melakukan
pengembangan visi dan misi, menghasilkan strategi-strategi untuk dilaksanakan, serta
menetapkan sasaran dalam waktu jangka panjang - Implementasi Strategi atau Implementing Strategy
Implementasi strategi mengaruskan agar menetapkan target dalam waktu per
tahun, menetapkan berbagai kebijakan, meningkatan motivasi karyawan serta melakukan
pengalokasian sumber daya supaya strategi yang sudah dirumuskan bisa terlaksana.
Dalam proses implementasi strategi memiliki ruang lingkup membangun sebuah budaya
yang bertujuan untuk mendukung strategi, menciptakan suatu struktur di organisasi yang
baik dan juga memfokuskan kembali usaha-usaha dalam pemasaran, melakukan
pengembangan dan memakai sistem informasi , menpersiapkan anggaran,
menghubungkan kompensasi antara karyawan dengan kinerja organisasi. - Evaluasi Strategi (Evaluating Strategy)
Evaluasi strategi adalah tahapan yang akhir di teori manajemen strategi. Evaluasi
strategi menjadi suatu alat yang berguna untuk memperoleh suatu informasi ketika
strategi tidak dapat dilakukan
