Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja menurut
Kasmir (2016) adalah sebagai berikut:
- Pengetahuan
Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara
baik akan memberikan hasil pekerjaan yang baik, demikian pula
sebaliknya. Artinya dengan mengetahui pengetahuan tentang
pekerjaan akan memudahkan seseorang untuk melakukan
pekerjaannya. - Rancangan kerja
Merupakan rancangan pekerjaan yang akan memudahkan
karyawan dalam mencapai tujuannya. Artinya jika suatu pekerjaan
memiliki rancangan yang baik, maka akan memudahkan untuk
menjalankan pekerjaan tersebut secara tepat dan benar. - Kompetensi
Merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam
melakukan suatu pekerjaan. Semakin baik kompetensi maka akan
dapat menyelesaikan pekerjaannya secara benar, sesuai dengan yang
telah ditetapkan.
13 - Kepribadian
Yaitu kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki
seseorang. Setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang
berbeda satu sama lainnya. Seseorang yang memiliki kepribadian atau
karakter yang baik, akan dapat melakukan pekerjaan secara sungguh-
sungguh penuh tanggung jawab sehingga hasil pekerjaannya juga
baik. - Motivasi kerja
Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk
melakukan pekerjaan. Jika karyawan memiliki dorongan yang kuat
dari dalam dirinya atau dorongan dari luar dirinya (misalnya dari
pihak perusahaan), maka karyawan akan terangsang atau terdorong
melakukan sesuatu dengan baik. Pada akhirnya dorongan atau
rangsangan baik dari dalam maupun dari luar seseorang akan
menghasilkan kinerja yang baik. - Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan perilaku seorang pemimpin dalam
mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk
mengerjakan sesuatu tugas dan tanggung jawab yang diberikannya.
Sebagai contoh perilaku pemimpin yang menyenangkan, mengayomi,
mendidik dan membimbing tentu akan membuat karyawan senang
dengan mengikuti apa yang diperintahkan oleh atasannya dan
sebaliknya.
14 - Gaya kepemimpinan
Merupakan gaya atau sikap pemimpin dalam menghadapi atau
memerintahkan bawahannya. Sebagai contoh gaya atau sikap seorang
pemimpin yang demokratis tentu berbeda dengan gaya pemimpin
yang otoriter. - Budaya organisasi
Merupakan kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma yang berlaku
dan dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Kebiasaan-
kebiasaan atau norma-norma ini mengatur hal-hal yang berlaku dan
diterima secara umum serta dipatuhi oleh segenap anggota suatu
perusahaan atau organisasi. - Kepuasan kerja
Merupakan perasaan senang atau gembira, atau perasaan suka
seseorang sebelum dan setelah melakukan suatu pekerjaan. Jika
karyawan merasa senang untuk bekerja, maka hasil pekerjaannya pun
akan berhasil baik dan sebaliknya. - Lingkungan kerja
Merupakan suasana disekitar lokasi tempat bekerja. Lingkungan
kerja dapat berupa ruangan, layout, sarana dan prasarana, serta
hubungan kerja dengan sesama rekan kerja. Jika lingkungan kerja
dapat membuat suasana nyaman dan memberikan ketenangan maka
akan membuat suasana kerja menjadi kondusif, sehingga dapat
15
meningkatkan hasil kerja seseorang menjadi lebih baik, karena bekerja
tanpa gangguan dan sebaliknya.. - Loyalitas
Merupakan kesetiaan karyawan untuk tetap bekerja dan membela
perusahaan dimana tempatnya bekerja. Kesetiaan ini ditunjukkan
dengan terus bekerja sungguh-sungguh sekalipun perusahaannya
dalam kondisi yang kurang baik. Karyawan yang setia juga dapat
dikatakan karyawan tidak membocorkan apa yang menjadi rahasia
perusahaannya kepada pihak lain. - Komitmen
Merupakan kepatuhan karyawan untuk menjalankan kebijakan
atau peraturan perusahaan dalam bekerja. Komitmen juga diartikan
kepatuhan karyawan kepada janji-janji yang telah dibuatnya. Atau
dengan kata lain komitmen merupakan kepatuhan untuk menjalankan
kesepakatan yang telah dibuat. Dengan mematuhi janji atau
kesepakatan tersebut membuatnya berusaha untuk bekerja dengan
baik dan merasa bersalah jika tidak dapat menepati janji atau
kesepakatan yang telah dibuatnya. - Disiplin kerja
Merupakan usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas kerjanya
secara sungguh-sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini dapat berupa
waktu, misalnya masuk kerja selalu tepat waktu. Kemudian disiplin
16
dalam mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya sesuai dengan
perintah yang harus dikerjakan
