Definisi Brand Personality


Menurut Aaker (1997) dalam Khanii (2013) “BP was defined as the set of
human characteristics associated with a brand.” Brand personality
didefinisikan sebagai karakteristik manusia yang diasosiasikan terhadap merk.
Menurut Toldos (2015) “Brand personality includes characteristics such as
gender, age, and socioeconomic class, as well as classical personality aspects
such as cordiality and sentimentality.” Brand Personality mencakup
karakteristik seperti jenis kelamin, usia, dan kelas sosial ekonomi, serta aspek
kepribadian klasik seperti keramahan dan sentimentalitas
Menurut Azoulay dan Kapferer (2003) dalam Azhar (2015), “a set of human
personality traits that can be applied to brands and relevant to brands”
seperangkat sifat kepribadian manusia yang dapat diterapkan untuk merek dan
relevan dengan merek.
Menurut (Govers dkk, 2013) Untuk membentuk persepsi pelanggan
terhadap merek, pelanggan harus didekati secara pribadi, karena pelanggan
cenderung memilih merek yang memiliki kepribadian yang serupa dengan
kepribadiannya.
Menurut Caprara et al (2001) dalam Ahmad, A., & Thyagaraj, K. S. (2015)
“brand personality is an metaphor for brands based on the idea that a consumer
develops attraction towards brands having personality similar to his
personality” kepribadian merek adalah merek berdasarkan gagasan bahwa
konsumen mengembangkan daya tarik terhadap merek yang memiliki
kepribadian yang mirip dengan kepribadiannya.
Dari Pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Brand personality
adalah suatu sifat atau karakteristik merk itu sangat berkaitan dengan
kepribadian manusia