Kepercayaan pada pemimpin termasuk dalam kategori konteks
perilaku organisasi. Kepercayaan digambarkan sebagai tingkat
kepercayaan para anggota dalam suatu organisasi terhadap niat baik
para pemimpinnya yang secara khusus merefleksikan sejauh mana
para anggota mampu mempercayai kejujuran, keikhlasan dan
objektifitas (Devos, 2007). Arti penting kepercayaan pada pemimpin
adalah sesuatu yang dapat menimbulkan dan meningkatkan
produktivitas pegawai (Bambale, 2014). Menurut Robbins dan Judge
(2014), kepercayaan adalah suatu harapan positif yang timbul dari
orang lain agar tidak bertindak oportunis baik dalam pernyataan,
tindakan maupun keputusan. Kepercayaan memiliki lima dimensi, yaitu:
a. Integrity, berkaitan dengan kejujuran dan dapat dipercaya.
b. Competence, mengacu pada keterampilan dan pengetahuan yang
bersifat teknis maupun pribadi.
c. Consistency, adalah sesuatu yang mencakup reability (dapat
diandalkan), predictability (dapat diprediksikan), dan good
judgement (kemampuan menangani masalah dengan mengambil
keputusan yang baik).
d. Loyality, berkaitan dengan ketersediaan memproteksi dan
mengamankan posisi orang lain
e. Openess, berkaitan dengan keterbukaan informasi dan opini
(Robinson, 2006).
Kepercayaan adalah konsep penting dalam beberapa teori
kepemimpinan antara lain pemimpin transformasional dan karismatik
dalam membangun kepercayaan pada pengikut (Podsakoff,
MacKenzie, Moorman, & Fetter, 1990); dan kepercayaan adalah elemen
teori pertukaran pemimpin-anggota (Schriesheim, Castro, & Cogliser,
1999) serta dimensi pertimbangan perilaku pemimpin (Fleishman &
Harris, 1962). Pentingnya kepercayaan dalam kepemimpinan juga telah
ditekankan dalam banyak literatur lain di berbagai disiplin ilmu.
Guinalíu dan Jordán (2016) dalam artikelnya mengatakan bahwa
kepercayaan pada pemimpin berkaitan dengan sikap seperti kepuasan
bawahan pada pemimpin, persepsi bahwa pemimpin menjalankan
kepemimpinan secara efektif, atau penurunan tingkat ketidakpastian
pekerjaan (Colquitt, LePine, Piccolo, Zapata, & Rich, 2012).
Kepercayaan pada pemimpin meningkatkan dukungan bawahan untuk
para pemimpin serta komitmen terhadap keputusan yang dibuat oleh
pemimpin (Dirks & Ferrin, 2002). Dengan demikian, pentingnya
kepercayaan pada pemimpin tim diakui sebagai cara untuk
memaksimalkan kemungkinan keberhasilan tim (Burke, Sims, Lazzara
& Salas, 2007).
