Mengutip Kruse (2013), terdapat beberapa konsep kepemimpinan otentik
dengan karakteristik sebagai berikut;
- Authentic leaders are self-aware and genuine. Pemimpin-pemimpin yang
otentik adalah individu yang mengaktualisasikan dirinya dengan
memilikiself-awareness (kesadaran diri). Mereka mengetahui kekuatan dan
kelemahan pada diri mereka sendiri dan emosi mereka. mereka juga tidak
berperilaku berbeda di berbagai kondisi, dengan kata lain mereka menjadi diri
mereka di hadapan para pengikutnya. Mereka juga tidak takut untuk terlihat
lemah dengan mengakui kesalahankesalahan yang pernah dilakukan dan
kegagalan yang pernah mereka lalui. - Authentic leaders are mission driven and focused on results. Mereka mampu
menempatkan misi-misi untuk mencapai tujuan orang banyak atau organisasi
di atas tujuan pribadi. Mereka melakukan pekerjaan mereka untuk mencapai
hasil bukan untuk kekuasaan, ego dan keinginan materi pribadi. - Authentic leaders lead with their heart. Mereka tidak takut untuk
menunjukkan emosi-emosi yang mereka miliki, kerentanan mereka terhadap
karyawan. Namun bukan berarti mereka “lembek”, akan tetapi dapat
mengkomunikasikan apa yang dirasakan dengan tata cara yang tepat beserta
empati. - Authentic leaders focus on the longterm. Mereka fokus untuk hasil jangka
panjang, bersedia untuk membimbing setiap orang dan memelihara organisasi
dengan sabar dan kerja keras karena mereka yakin dengan hasil yang akan
bertahan untuk jangka waktu yang lama.
17
Karakteristik kepemimpinan otentik berikutnya dijelaskan oleh Shamir dan Eilam
(2005), adalah sebagai berikut : - Pemimpin otentik tidak menjalankan sebuah kepemimpinan yang palsu.
Mereka tidak berpura-pura menjadi pemimpin hanya karena berada dalam
posisi kepemimpinan tertentu. Dengan kata lain, ketika menjalankan peran
kepemimpinan, pemimpin otentik menjadi diri sendiri. - Pemimpin otentik tidak mengambil peran kepemimpinan demi status,
kehormatan, atau penghargaan pribadi lainnya. Sebaliknya, mereka
memimpin dengan misi dan keyakinan. Mereka memiliki nilai-nilai dasar
yang ingin dipromosikan agar bisa membuat perbedaan. - Proses yang dialami seorang pemimpin otentik untuk sampai pada keyakinan,
nilai-nilai, misi, atau pemicu kepemimpinannya itu bukan imitasi. Keyakinan,
nilai-nilai,atau misi tersebut mungkin saja mirip dengan konsep yang
diajukan pemimpin lain. Tapi, seorang pemimpin otentik, mendapatkan
semua itu melalui refleksi dari pengalaman pribadinya sendiri. - Pemimpin otentik selalu berbicara dan bertindak berdasarkan nilai-nilai dan
keyakinannya. Bukan untuk menyenangkan “penonton”, mendapatkan
popularitas, atau didorong oleh kepentingan politik yang sempit. Karena
terdapat konsistensi antara nilai dan keyakinan dengan pernyataan dan
tindakan, pemimpin otentik memiliki tingkat integritas personal yang tinggi
