Karakteristik Kepemimpinan Otentik


Mengutip Kruse (2013), terdapat beberapa konsep kepemimpinan otentik
dengan karakteristik sebagai berikut;

  1. Authentic leaders are self-aware and genuine. Pemimpin-pemimpin yang
    otentik adalah individu yang mengaktualisasikan dirinya dengan
    memilikiself-awareness (kesadaran diri). Mereka mengetahui kekuatan dan
    kelemahan pada diri mereka sendiri dan emosi mereka. mereka juga tidak
    berperilaku berbeda di berbagai kondisi, dengan kata lain mereka menjadi diri
    mereka di hadapan para pengikutnya. Mereka juga tidak takut untuk terlihat
    lemah dengan mengakui kesalahankesalahan yang pernah dilakukan dan
    kegagalan yang pernah mereka lalui.
  2. Authentic leaders are mission driven and focused on results. Mereka mampu
    menempatkan misi-misi untuk mencapai tujuan orang banyak atau organisasi
    di atas tujuan pribadi. Mereka melakukan pekerjaan mereka untuk mencapai
    hasil bukan untuk kekuasaan, ego dan keinginan materi pribadi.
  3. Authentic leaders lead with their heart. Mereka tidak takut untuk
    menunjukkan emosi-emosi yang mereka miliki, kerentanan mereka terhadap
    karyawan. Namun bukan berarti mereka “lembek”, akan tetapi dapat
    mengkomunikasikan apa yang dirasakan dengan tata cara yang tepat beserta
    empati.
  4. Authentic leaders focus on the longterm. Mereka fokus untuk hasil jangka
    panjang, bersedia untuk membimbing setiap orang dan memelihara organisasi
    dengan sabar dan kerja keras karena mereka yakin dengan hasil yang akan
    bertahan untuk jangka waktu yang lama.
    17
    Karakteristik kepemimpinan otentik berikutnya dijelaskan oleh Shamir dan Eilam
    (2005), adalah sebagai berikut :
  5. Pemimpin otentik tidak menjalankan sebuah kepemimpinan yang palsu.
    Mereka tidak berpura-pura menjadi pemimpin hanya karena berada dalam
    posisi kepemimpinan tertentu. Dengan kata lain, ketika menjalankan peran
    kepemimpinan, pemimpin otentik menjadi diri sendiri.
  6. Pemimpin otentik tidak mengambil peran kepemimpinan demi status,
    kehormatan, atau penghargaan pribadi lainnya. Sebaliknya, mereka
    memimpin dengan misi dan keyakinan. Mereka memiliki nilai-nilai dasar
    yang ingin dipromosikan agar bisa membuat perbedaan.
  7. Proses yang dialami seorang pemimpin otentik untuk sampai pada keyakinan,
    nilai-nilai, misi, atau pemicu kepemimpinannya itu bukan imitasi. Keyakinan,
    nilai-nilai,atau misi tersebut mungkin saja mirip dengan konsep yang
    diajukan pemimpin lain. Tapi, seorang pemimpin otentik, mendapatkan
    semua itu melalui refleksi dari pengalaman pribadinya sendiri.
  8. Pemimpin otentik selalu berbicara dan bertindak berdasarkan nilai-nilai dan
    keyakinannya. Bukan untuk menyenangkan “penonton”, mendapatkan
    popularitas, atau didorong oleh kepentingan politik yang sempit. Karena
    terdapat konsistensi antara nilai dan keyakinan dengan pernyataan dan
    tindakan, pemimpin otentik memiliki tingkat integritas personal yang tinggi