Pengertian Komunikasi


Gitosudarmo dan Sudita dalam pangawa (2004:25), menegaskan bahwa
komunikasi ibaratnya darahnya irganisasi yang menghubungkan bagian-bagian yang
terpisah dalam organisasi. Jadi komunikasi merupakan alat untuk menyatukan
kelompok-kelompok kerja yang berbeda dalam suatu organisasi sehingga setiap
aktivitas yang dilaksanakan dapat seiring dan berjalan dalam mencapai tujuan
organisasi.
Menurut Wiryanto dalam Romli (Wiryanto, 2005:2), komunikasi organisasi
adalah pengirim dan penerima berbagai pesan organisasi didalam kelompok formal
maupun informal dari suatu organisai. Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan
penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang
ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola
komunikasi downward atau komuniaksi dari atas kepada bawahan, komunikasi
apward atau kamunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi horizontal atau
komunikasi dari orang-orang yang sma level/tingkat dalam organisasi, keterampilan
berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan komunikasi evaluasi
program (Redding dan Sanborg, 2006:65).
Komunikasi organisasi yaitu: “Organizational communication is the process of
creating and eschanging messages within a network of independent relationship to
cope with environmental encertainly”. atau dengan kata lain komunikasi organisasi
adalah proses menciptakan dan saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi
lingkungan yang selalu berubah-ubah (Goldhaber, 2006:67).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kamunikasi organisasi terdiri dari
kamunikasi internal dan eksternal, yang dimana komunikasi internal yaitu
komunikasi yang berlangsung diantara anggota didalam organisasi baik pimpinan
kepada bawahan, bawahan kepada bawahan dan sebagainya sedangkan komunikasi
eksternal adalah komunikasi yang berlangsung dari pihak luar organisasi. Untuk
menciptakan komunikasi organisasi yang efektif dalam suatu lembaga maka setiap
unit kerja dalam organisasi yang berada pada tempat yang berbeda dengan tugas dan
wewenang yang berbeda pula dapat menjalin kerja sama yang kompak.
Dengan adanya komunikasi yang baik antarsesama anggota organisasi maka
segala aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar karena setiap
individu telah mengetahui tugasnya masing-masing begitupun sebaliknya. Jika
komunikasi organisasi tidak berjalan dengan baik itu akan mengakibatkan kehancuran
atau terhambatnya pencapaian tujuan organisasi.