Fungsi komunikasi dalam organisasi merupakan sarana untuk memadukan
tugas-tugas yang terorganisasi. Ada empat fungsi komunikasi organisasi antara lain
sebagai berikut (Bangun, 2012:361).
a) Fungsi pengawasan, setiap organisasi mempunyai struktur dan garis
komando. Berdasarkan garis komando tersebut, bila karyawan
mengkomunikasikan keluhannya kepada atasannya berkaitan dengan
pekerjaan dan kebijakan perusahaan, maka komunikasi tersebut sudah
menjalankan fungsi pengawasan. Disamping itu, komunikasi informal dapat
juga mengendalikan perilaku. Misalnya, apabila kelompok-kelompok kerja
melecehkan anggota yang memproduksi barang terlalu banyak sehingga
bagian lain terlihat buruk, maka mereka secara informal sudah
berkomunikasi dengan mengendalikan perilaku anggota.
b) Sebagai motivasi, dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan
tentang apa yang mereka harus lakukan, bagaimana prestasi kerja karyawan
dan bagaimana cara meningkatkan prestasi kerja. Menyusun sasaran yang
lebih spesifik dan mendorong karyawan agar mau melaksanakan tugasnya
dengan baik akan merangsang untuk lebih giat bekerja, motivasi menuntut
komunikasi yang efektif.
c) Pengungkapan emosi, individu dan kelompok dalam organisasi merupakan
sumber daya pertama yang berinteraksi sacara social. Komunikasi yang
terjadi dalam organisasi tersebut merupakan mekanisme yang mendasar
pada masing-masing individu atau kelompok dalam organisasi tersebut yang
menunjukkan rasa kecewa dan kepuasannya. Dengan demikian, komunikasi
merupakan sarana dalam melepaskan rasa emosi sebagai rasa pemenuhan
kebutuhan sisial.
d) Informasi, fungsi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Melalui
kegiatan kominikasi dapat memberikan informasi kepada ondividu atau
kelompok dalam pengambilan keputusan .
Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa dari keempat fungsi komunikasi
organisasi tidak bisa dipandang bahwa satu fungsi lebih penting dari pada fungsi
lainnya. Semua fungsi masing-masing mempunyai kepentingan secara tersendiri
