Aspek – aspek Work Engegement

Khan (1990) dalam (Kapil & Rastogi, 2017) menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek dalam keterikatan yang dimiliki karyawan, antara lain:

  1. Keterikatan Fisik

Keterikatan fisik ditandai dengan energi fisik yang dikeluarkan oleh karyawan dalam menjalani perannya pada pekerjaan yang dimiliki.

  • Keterikatan Kognitif

Keterikatan kognitif adalah sejauh mana keyakinan karyawan terhadap organisasi, pemimpin, dan kondisi pekerjaan yang dimiliki.

  • Keterikatan Emosional

Keterikatan emosional adalah bagaimana perasaan karyawan terhadap organisasi dan pemimpinnya, baik itu perasaan positif maupun perasaan negatif.

Keterikatan karyawan akan membentuk loyalitas yang membuat karyawan tersebut dapat mengatasi beban kerja dan meningkatkan kinerjanya pendapat ini dikemukakan oleh Uli et al. (2021).

Sementara itu seperti yang di tunjukkan dalam definisi, aspek – aspek dalam work engagement menurut Schaufeli & Baker (2010) diantaranya adalah:

  1. Semangat (Vigor)

Karyawan yang mempunyai work enggagement yang tinggi membutuhkan semangat tinggi dan kekuatan mental saat melakukan pekerjaan sehingga karyawan tersebut mempunyai keinginan keras untuk menyelesaikan pekerjaan dan tidak mudah putus asa ketika mendapat hambatan.

  • Dedikasi (Dedication)

Dedikasi merupakan perasaan psikologis yang kuat serta antusiasme ketika melakukan pekerjaan. Dedication ditandai dengan keterlibatan yang kuat dan kebanggaan dalam pekerjaan seseorang, adanya rasa antusiasme, tantangan dan kebanggaan terhadap pekerjaan. Karyawan akan merasa senang terhadap tantangan pekerjaan dan akan bekerja keras untuk menyelesaikam pekerjaan tersebut.

  • Penghayatan (Absorpsion)

Penghayatan berhubungan dengan konsentrasi karyawan ketika melakukan pekerjaan. Karyawan sangat menghayati pekerjaan yang dilakukan, sangat fokus terhadap pekerjaan sehingga mengerjakan pekerjaan dengan sangat optimal. Penyerapan dalam hal ini karyawan benar-benar fokus, melebur dan menyatu dalam pekerjaan, waktu berlalu dengan cepat dan seseorang akan mengalami kesulitan memisahkan dari aktivitas kerja.