Definisi Pengembangan Karir

Pengembangan karir merupakan usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk merencanakan karir pegawainya terdiri dari manajemen karir antara lain merencanakan melaksanakan serta mengawasi karir. pengembangan karir diharapkan oleh setiap pegawai dan hal itu akan memotivasi pegawai untuk bekerja dengan baik dalam implementasinya pengembangan karir lebih Condong sebagai implementasi dari perencanaan karir Handoko dalam  Sinambela (2018) mengatakan pengembangan karir merupakan peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai rencana karir yang diinginkan di sisi lain Mondy (2005)  mengemukakan bahwa pengembangan karir merupakan serangkaian aktivitas untuk mempersiapkan seorang karyawan pada kemajuan karir yang direncanakan.

Poltak dan Sinambela  (2019)  mengemukakan bahwa dalam pengembangan karir  ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:  pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengembangan karir. bila setiap hari pekerjaan menyajikan tantangan yang berbeda  maka hal-hal yang dipelajari dalam pekerjaan akan jauh lebih penting dari aktivitas pengembangan secara formal.

Bentuk pengembangan keahlian yang diperlukan,  ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik contohnya untuk menjadi seorang supervisor keahlian yang dibutuhkan pasti berbeda dengan keahlian untuk menjadi seorang manajer.  Apabila seseorang memperoleh keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan jika tuntutan tersebut dikembangkan lebih jauh lagi maka seseorang yang telah memiliki keahlian yang dibutuhkan diberikan pekerjaan baru sesuai dengan keahlian yang telah dimilikinya dalam kasus ini waktu yang diperlukan untuk pengembangan dapat diminimalisir dengan cara mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang rasional.

Pengembangan karir melalui promosi bagi pegawai merupakan hal yang sangat diharapkan oleh setiap karyawan. Promosi merupakan Perpindahan yang dapat memperbesar kekuasaan atau otoritas dan tanggung jawab seorang karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga kewajiban hak status maupun penghasilan akan semakin bertambah pula. Dengan adanya promosi kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan dan kecakapan pegawai  untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. 

Terkait dengan pendekatan pengembangan karyawan Herrman dalam Suparyadi (2015) mengemukakan bahwa pengembangan karyawan dapat dilakukan melalui pendekatan program pelatihan, aktifitas pengembangan, dan melalui diri karyawan itu sendiri. Jadi dari pernyataan ini dapat diketahui bahwa pengembangan dapat dilakukan melalui organisasi maupun pribadi.