Uji Validitas Konvergen (Convergent Validity)

     Uji validitas indikator refleksif terlihat dari nilai loading factor untuk tiap indikator konstruk. Indikator dianggap reliable jika mempunyai nilai loading factor> 0,7. Pada analisis indikator Valid jika nilai Outer loading/ factor loading > 0.7 dan AVE > 0.5 dan Realibel jika Cronbac’s Alpha > 0,6 dan Composite Reliability > 0,7 (Russo & Stol, 2021, p. 11).Tetapi dalam penelitian tahap awal dari  pengembangan  skala pengukuran nilai loading factor 0.5 – 0.6 masih dianggap cukup  (Chin, 1998 dalam Gozhali, 2014,p.74).

b). Uji Validitas Diskriminan (Discriminant Validity)

     Cara yang dipergunakan untuk menguji validitas diskriminan adalah dengan membandingkan akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk dengan nilai korelasi antar kosntruk dalam model. Dalam PLS-SEM untuk Uji validitas dengan mengunakan uji validitas diskriminan dan uji validitas konvergen konvergen, dengan melihat nilai r. Nilai AVE > 0.5 maka instrumen penelitian dikatakan valid, sedangkan nilai AVE > 0,5 maka instrumen  penelitian dikatakan tidak valid  (C. Fornell and D. F. Larcker dalam (Russo & Stol, 2021)

c). Uji Reliabilitas Konstruk (Costruct Reliability)

      Reliabilitas konstruk diuji dengan melihat composie reliability dan cronbach’s Alpha. Composite reliability yaitu alternatif yang lebih disukai daripada cronbach alpha sebagai uji validitas konvergen dalam model reflektif. Hal ini karena cronbach alpha mungkin melebih-lebihkan atau memberikan nilai lebih rendah (underestimate) skala reliabilitas, biasanya yang terakhir. Untuk alasan ini composite reliability lebih disukai di kalangan peneliti dalam penelitian berbasis PLS. Pada PLS-SEM uji reliabilitas terlihat dari nilai Cronbach’s Alpha dan nilai Composite reliability. Suatu konstruk dapat dikatakan reliable, jika nilai Cronbach’s Alpha harus >0.6 dan nilai Composite reliability harus >0.7 (Abdillah & Hartono, 2015) dalam (Russo & Stol, 2021).