Kecemasan

Kecemasan merupakan suatu keadaan atau kondisi ketika individu merasa khawatir akan terjadinya sesuatu yang buruk di masa yang akan datang, dimana kecemasan tersebut ditandai dengan adanya suatu kondisi emosional dengan ciri-ciri seperti keterangsangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan serta perasaan khawatir akan kejadian buruk di masa mendatang (Nevid, dkk., 2005)[n1] 

Sejalan dengan hal di atas, Durrand dalam Durrand dan Barlow (2007)[n2]  menyatakan bahwa kecemasan merupakan suasana hati yang ditandai dengan tanda-tanda ketegangan jasmani dan perasaan yang bersifat negatif yang mengancam dan bahaya di waktu yang akan datang dengan perasaan khawatir. Menurut Sutaryo (2007)[n3]  kecemasan menghadapi pensiun biasanya berhubungan dengan masalah kesehatan, ekonomi, status sosial dan aktivitas yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Ada pegawai yang bisa menerima masa pensiun itu dengan lapang dada, bahkan mereka merasa bahagia karena bisa beristirahat dari pekerjaan yang selama ini selalu dikerjakan setiap hari. Adajuga pegawai yang tidak bisa menerima masa pensiunnya, sehingga mereka akan mengalami kecemasan di dalam dirinya.

Menurut Atkinson, dkk. (1983) (dalam Syarifah, 2014[n4] ) kecemasan adalah perasaan yang tidak menyenangkan yang memiliki ciri-ciri seperti perasaan takut, keprihatinan dan kekhawatiran. Kondisi tersebut merupakan suatu perwujudan atau manifestasi dari peristiwa emosi yang bercampur rasanya, saat terjadi pertentangan batin (konflik) dan tekanan perasaan yang dialami oleh individu (Yanti, dkk., 2013).[n5]  Sedangkan menurut Lazarus dalam Thoomaszen & Murtini (2014[n6] ) kecemasan merupakan sebuah reaksi individu yang terjadi akibat adanya kondisi atau situasi yang tidak menyenangkan dan perlu dihindari. Reaksi yang muncul saat individu merasa cemas adalah rasa tidak berdaya, perasaan yang tidak menentu dan tidak pasti mengenai apa yang akan dilakukan.

Ketika seseorang sudah bekerja, maka terdapat satu hal yang dapat menimbulkan masalah psikologis yaitu kecemasan menghadapi masa pensiun. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Nevid, dkk. (2005) [n7] bahwa salah satu sumber kecemasan adalah karir. Dalam hal ini, pekerjaan seseorang merupakan karir yang sedang ditekuni, sehingga ketika masa pensiun untuk meninggalkan karir tersebut datang, seseorang akan mengalami rasa cemas. Kondisi tersebut merupakan salah satu krisis yang sering dialami oleh mereka yang akan segera pensiun.

Menurut Wanti (2008)[n8]  kecemasan menghadapi pensiun merupakan suatu perasaan yang bersifat tidak menyenangkan yang timbul akibat individu merasa khawatir, bingung, ketidakpastian akan masa depannya dan belum siap menerima kenyataan bahwa ia harus memasuki masa pensiun dengan segala akibat yang ada. Kecemasan menghadapi masa pensiun adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan dan bersifat subjektif yang dialami oleh individu yang akan memasuki masa pensiun (Pradono & Purnamasari, 2010[n9] ).

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa kecemasan menghadapi pensiun merupakan perasaan khawatir yang dialami oleh para pegawai karena merasa diri mereka terancam dan berada dalam situasi yang tidak menyenangkan serta tidak pasti sehingga sulit menerima kenyataan yang ada,