Aspek-aspek Kecemasan Menghadapi Pensiun

Aspek dari kecemasan menghadapi pensiun menurut Ghufron dan Rini (2014)[n1]  terdiri dari tiga aspek, yaitu:

  1. Fisiologis, aspek fisiologis merupakan reaksi yang ditampilkan oleh tubuh terhadap sumber kekhawatiran. Reaksi ini berkaitan dengan sistem syaraf yang mengendalikan berbagai otot dan kelenjar tubuh sehingga timbul reaksi dalam bentuk jantung berdetak lebih cepat, nafsu makan berkurang, sulit tidur, kepala pusing, banyak berkeringat.
  2. Emosional, aspek emosional merupakan kekhawatiran yang berpengaruh terhadap perasaan seseorang, seperti perasaan keprihatinan, ketegangan, sedih, gelisah, takut, khawatir, mencela diri sendiri atau orang lain.
  3. Kognitif, aspek kognitif merupakan kekhawatiran yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir jernih sehingga dalam memecahkan masalah dan mengatasi tuntutan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, ketika seseorang sedang cemas menghadapi pensiun maka akan mengalami kesulitan berpikir rasional dalam mengambil keputusan dan mengalami keraguan terhadap diri.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga aspek yang mampu memengaruhi kecemasan menghadapi pensiun pada seseorang, yaitu aspek fisiologis yang berkaitan dengan reaksi fisik, aspek emosional yang melibatkan perasaan atau emosi, dan aspek kognitif yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang yang akan menghadapi pensiun.

Menurut Nevid, dkk. (2005) ciri-ciri kecemasan individu terbagi atas tiga aspek, yaitu aspek fisik, aspek kognitif, dan aspek perilaku atau behaviour.

  1. Aspek fisik

Saat mengalami kecemasan, individu dapat menunjukan hal tersebut melalui kondisi fisiknya, seperti terlihat gelisah, bingung, tangan bergetar, banyak berkeringat, kesulitan bernafas, jantung berdetak kencang atau berdebar keras, merasa pusing, lemas, timbul keinginan buang air kecil, wajah terasa memerah dan lain-lain.

  • Aspek kognitif

Ciri-ciri kognitif yang menunjukan bahwa individu mengalami kecemasan ialah adanya rasa khawatir terhadap sesuatu, merasa takut akan ketidakmampuannya dalam memecahkan atau mengatasi suatu masalah, sulit untuk berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran, timbul perasaan terganggu akan ketakutan atau aprehensi akan suatu keadaan yang akan terjadi di masa mendatang, atau munculnya keyakinan bahwa suatu yang buruk akan terjadi.

  • Aspek perilaku atau behaviour

Kecemasan individu dapat terlihat dari perilaku yang ditunjukkan seperti perilaku terguncang, perilaku yang selalu menghindar dan perilaku yang bergantung pada orang lain atau sesuatu.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga ciri yang melekat pada individu yang mengalami kecemasan menghadapi pensiun, yaitu ciri fisik yang berpengaruh pada fungsi kerja organ tubuh, ciri kognitif yang terlihat dari rasa khawatir atau ketakutan, dan ciri perilaku yang dapat ditunjukan dengan keinginan untuk selalu menghindar dari orang lain. [MP2]