Terdapat berbagai macam bentuk dukungan sosial yang dapat diberikan orang lain kepada seseorang. Sarafino (2006) mengelompokkan dukungan sosial dalam lima bentuk, (a) dukungan emosional, yaitu dukungan yang terdiri dari ekspresi seperti perhatian, empati dan turut prihatin pada seseorang; (b) dukungan penghargaan, yaitu dukungan yang mampu membuat individu penerima bantuan menghargai dirinya sendiri, percaya diri dan merasa bahwa ia berharga; (c) dukungan instrumental, yaitu bentuk dukungan yang diberikan secara langsung seperti meminjamkan uang atau membantu meringankan tugas orang yang sedang kesusahan; (d) dukungan informasi, yaitu dukungan yang memberikan solusi akan tindakan apa yang perlu dilakukan oleh individu yang bersangkutan; dan (d) dukungan kelompok, yaitu dukungan yang membuat individu merasa bahwa ia merupakan bagian dari sebuah kelompok.
Selain itu, Cohen & Hoberman (1983) (dalam Isnawati & Suhariadi, 2013[n1] ) juga mengklasifikasikan dukungan sosial dalam empat bentuk, yaitu:
- Appraisal Support
Sebuah bentuk dukungan berupa nasihat yang berhubungan dengan pemecahan suatu masalah dengan tujuan membantu mengurangi rasa stres pada individu.
- Tangiable Support
Sebuah bentuk dukungan yang diberikan secara langsung kepada individu berupa tindakan atau bantuan fisik dalam menyelesaikan tugas.
- Self-esteem Support
Yaitu dukungan yang diberikan oleh orang terhadap perasaan kompeten atau harga diri individu sebagai bagian dari sebuah kelompok.
- Belonging Support
Sebuah dukungan yang membuat individu merasa diterima untuk menjadi bagian dari suatu kelompok dan mengalami rasa kebersamaan.
Menurut Smet (1994)[n2] , terdapat empat jenis atau dimensi dukungan sosial yang dapat diberikan kepada individu yang meliputi:
- Dukungan emosional, yaitu dukungan berupa ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap individu yang bersangkutan.
- Dukungan penghargaan, yaitu dukungan berupa ungkapan hormat positif terhadap individu, sebuah dorongan maju, dan perbandingan positif orang dengan orang lain.
- Dukungan instrumental, yaitu dukungan berupa bantuan langsung seperti meminjamkan uang kepada individu tersebut.
- Dukungan informatif, yaitu dukungan berupa pemberian nasihat, solusi, petunjuk atau umpan balik.
Adapun manfaat dari dukungan sosial yang diberikan menurut Sarafino (2006) akan berpengaruh pada fisik dan psikologis individu yang terbagi dalam dua teori, yaitu:
- The Buffering Hypothesis, dalam teori ini, dukungan sosial bermanfaat untuk melindungi individu untuk melawan efek-efek negatif dari tingkat yang tinggi melalui dua cara, yaitu:
- Saat individu mendapat tekanan yang kuat, seperti dalam hal finansial maka individu dengan tingkat dukungan sosial tinggi menjadi kurang melihat situasi tersebut sebagai situasi yang penuh tekanan, tetapi apbila dibandingkan dengan individu dengan tingkat dukungan sosial rendah. Individu dengan yang mendapatkan dukungan sosial tinggi berharap bahwa seseorang yang dikenal individu akan menolong individu tersebut.
- Dukungan sosial dapat mengubah respon terhadap stressor yang sudah diterima sebelumnya. Sebagai contoh, individu yang memiliki dukungan sosial tinggi mungkin memiliki seseorang yang bisa memberikan solusi terhadap masalah individu atau melihat masalah tersebut sebagai suatu yang tidak terlalu penting atau membuat individu bisa menemukan titik terang masalah tersebut.
- The Direct Effect Hypothesis, menyatakan bahwa dukungan sosial yang tinggi akan membuat individu merasa dicintai dan dihargai. Ia akan merasa bahwa banyak orang yang membutuhkannya, sehingga hal tersebut akan membawanya kepada gaya hidup yang sehat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bentuk dukungan sosial terdiri atas empat bentuk yaitu, appraisal support, tangiabel support, self-esteem support, dan belonging support dengan empat dimensi berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif. Bentuk dan dimensi dukungan sosial kemudian bermanfaat untuk melindungi individu dari efek negatif dan membantu individu merasa dicintai.
