Dukungan sosial atau social support merupakan suatu bentuk perhatian, penghargaan, pemberian semangat, serta berbagai pemberian bantuan dalam bentuk lainnya yang berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial dekat dengan penerima, seperti orang tua, saudara, anak, sahabat, teman maupun orang lain yang berniat membantu (Riadi, 2017). [n1] Terdapat banyak bentuk dukungan sosial yang dapat dirasakan seseorang, yaitu informasi, perlakuan khusus, atau pun materi yang mampu membuat individu penerima merasa diterima dan dihargai. King (2012) berpendapat bahwa dukungan sosial merupakan sebuah informasi atau respon balik dari orang lain yang memperlihatkan bahwa seseorang merasa disayangi dan diperhatikan, dihargai dan dihormati, dan dilibatkan dalam komunikasi dan kewajiban yang bersifat timbal balik.
Selain menjadi sebuah umpan balik, dukungan sosial merupakan sumber-sumber yang disediakan oleh orang lain yang mampu memberikan pengaruh pada kesejahteraan individu yang bersangkutan atau yang membutuhkan dukungan sosial (Cohen & Syne dalam Apollo & Cahyadi, 2012[n2] ). Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seseorang karena berpengaruh pada kesejahteraan hidupnya. Lebih lanjut dalam Smet (1994)[n3] , Saroson mengatakan bahwa dukungan sosial merupakan sebuah eksistensi dari transaksi interpersonal yang terlihat dari adanya bantuan yang diberikan kepada individu lain, dimana bantuan tersebut diberikan oleh orang yang memliki arti atau peran penting bagi individu yang bersangkutan. Sejalan dengan hal ini, Cohen & Hoberman (1983) (dalam Isnawati & Suhariadi, 2013[n4] ) menyatakan bahwa dukungan sosial merujuk pada beragam sumber daya yang tersedia karena adanya hubungan antar pribadi seseorang.
