Intensi dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku, merupakan sesuatu
yang sifatnya khusus dan mengarah pada dilakukannya suatu perilaku khusus
dalam situasi khusus pula (Fishbein & Ajzen dalam Ilardo, 1981). Kekhususan
intensi tersebut, terdapat dalam empat dimensi pembatas, yaitu:
a. .Perilaku, yaitu perilaku khusus yang nantinya akan diwujudkan.
Perilaku dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu perilaku yang general (umum)
dan perilaku yang specifik (khusus). Dalam hal ini, intensi termasuk dalam
perilaku yang khusus.
b. Tujuan target , yaitu siapa yang akan menjadi tujuan perilaku khusus
tersebut. Komponen ini terdiri dari particular object (orang tertentu; misalnya si
Fulan); a class of object (sekelompok orang tertentu: misalnya orang-orang yang
mempunyai jabatan tertentu); dan any object (orang-orang pada umumnya).
c. Situasi, yaitu dalam situasi yang bagaimana perilaku itu diwujudkan.
Dalam hal ini, situasi dapat diartikan sebagai tempat atau suasana situasi.
Misalnya: Si Pur membantu Andiono membetulkan motor di garasi.
d. Waktu, yaitu menyangkut kapan dan berapa lama suatu perilaku akan
diwujudkan. Misalnya: Si Rup membantu Andiono di garasi pada minggu pagi.
Berdasarkan berbagai teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa intensi
membeli adalah suatu niat atau keinginan seseorang untuk membeli sesuatu baik
itu yang berupa barang maupun jasa yang akan segera diwujudkan dalam
perilakunya (membeli).
