Intensitas Perhatian Terhadap Lingkungan Hidup


Dalam keadaan bumi seperti yang telah dijelaskan dalam bab I dapat
diketahui bahwa manusia melakukan banyak sekali kerusakan terhadap
lingkungan fisiknya, terjadinya kerusakan tersebut dikarenakan ulah manusia itu
sendiri baik yang dilakukan baik disengaja maupun yang tidak. Kerusakan yang
disengaja biasanya didasari oleh nafsu manusia seperti keinginan untuk
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dan juga oleh faktor keinginan
untuk menguaai segalanya. Akibat dari kelakuan ini efeknya jelas sangat merusak
kehidupan seluruh ekosistem. Sedangkan kerusakan yang dilakukan karena
ketidaksengajaan biasanya dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perhatian
terhadap lingkungan hidup.
Intensitas atau intensity menurut Chaplin artinya adalah suatu sifat
kuantitatif dari suatu pengindraan, yang berhubungan dengan intensitas
perangsangannya, seperti kecermelangan suatu warna atau kerasnya suatu bunyi,
sedangkan perhatian atau attention adalah proses mereaksi secara istimewa
terhadap suatu rangsangan atau sederetan perangsang (Chaplin, 1989).
Menurut Engel (1995), perhatian dapat didefmisikan sebagai alokasi
kapasitas pemrosesan untuk stimulus yang baru saja masuk. Karena kapasitas
merupakan sumber daya yang terbatas, individu akan sangat selektif dalam cara
mereka mengalokasikan perhatian mereka. Bagi Olson dan Peter (2000), perhatian
23
juga berkonotasi kesadaran. Mengamati suatu rangsangan berarti sudor akan hal
itu. Perhatian juga menyatakan intensitas dan ketertarikan (Daniel Kahneman,
dalam Olson dan Peter 2000). Seseorang setidaknya harus peka dan tertarik untuk
dapat memperhatikan seseuatu dengan sadar, dan tingkat kepekaan akan
mempengaruhi seberapa intensif mereka dalam memproses informasi.
Dengan demikian maka dapet ditari kesimpulan bahwa intensitas perhatian
terhadap lingkungan hidup adalah suatu keseringan (kuantitatif) perhatian yang
ditujukan kepada hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Atau dengan
kata lain adalah seringnya sebuah perhatian diberikan terhadap lingkungan hidup.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhatian
Menurut Engel (1995) faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian ini
dikelompokkan dalam dua kategori utama yaitu determinan (penentu) pribadi atau
individual dan determinan stimulus.
A. Determinan pribadi pada perhatian
Determinan pribadi mengacu pada karakteristik individu yang mempengaruhi
perhatian. Hal ini dipengaruhi oleh:

  • Kebutuhan / Motivasi
  • Sikap
  • Tingkat adaptasi
  • Rentang perhatian
    B. Determinan dalam perhatian
    Perarangkat kedua dari faktor yang mempengaruhi stimulus, determinan
    stimulus, merupakan karakteristik dari stimulus itu sendiri. Determinan
    tersebut menggambarkan faktor-faktor yang “dapat dikendalikan” dalam
    pengertian dapat digunakan untuk mendapatkan dan/atau meningkatkan
    perhatian