Setiap organisasi pasti mengharapkan dan berupaya sekuat tenaga untuk
dapat mencapai tujuan kinerja yang ditetapkan sebelumnya. Meskipun banyak
faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalannya mencapai
tujuan tersebut, namun untuk sebagian besar ditentukan oleh kemampuan sumber
daya manusia yang terdapat didalamnya. Baik sebagai pekerja bawah, menengah,
maupun yang menduduki jabatan pemimpin. Senada dengan penjelasan mengenai
pengertian kemampuan diatas, menurut Greenberg dan Baron kemampuan
merupakan kapasitas mental dan fisik untuk mewujudkan berbagai tugas,
sedangkan Colquitt, LePine, dan Wesson membagi kemampuan dalam tiga
kategori, yaitu cognitive, emotional, dan physical. Secara bersama-sama
kemampuan ini menunjukkan pada what people can do, apa yang dapat dilakukan
orang. Hal ini untuk membedakan dengan kepribadian yang menunjukkan what
people are like, seperti apa orang itu (wibowo, 2013). Berdasarkan pendapatpendapat diatas dapat dijelaskan bahwa terdapat bermacam-macam jenis kemampuan, yaitu:
a. Kemampuan intelektual.
Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk
menjalankan kegiatan mental, seperti berpikir, menalar, dan memecahkan
masalah. Setiap pekerjaan mempunyai tuntutan terhadap kemampuan intelek-
tual yang berbeda. Karena setiap pekerjaan tertentu memerlukan kemampuan
intelektual yang sesuai untuk mendapatkan hasil dengan efektif.
b. Kemampuan kognitif.
Kemampuan ini menunjukkan kapabilitas berkaitan dengan aplikasi
pengetahuan dalam pemecahan masalah. Kemampuan kognitif sangat relevan
dengan pekerjaan, karena menyangkut pekerjaan yang melibatkan penggunaan
informasi untuk membuat keputusan dan pemecahan masalah.
c. Kemampuan fisik.
Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan
tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan
yang semacam. Jadi kemampuan ini lebih pada menuntut stamina dan ketangkasan dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya.
d. Kemampuan Emosional
Kemampuan ini lebih pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri,
sehingga ketika terjadi masalah tidak akan menggangu kinerjanya maupun
orang lain yang ada disekitarnya, dengan demikian orang tersebut dapat
mengendalikan emosinya.
