Dalam susunan organisasi kemampuan seseorang perlu diidentifikasikan
dengan peranan dan kedudukan pegawai, sehingga dalam proses pengembangan
organisasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam tahap seleksi, pembinaan, dan pengawasan karier dapat dicapai dengan prinsip menempatkan
pegawai sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Menurut Gibson (1990)
menjelaskan ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh aparat untuk
mencapai efektivitas dan efisiensi kerja, antara lain:
a) Kemampuan berinteraksi (interaction ability) yang meliputi unsur:
1) Kemampuan seseorang aparat untuk menciptakan dan menjaga hubungan
pribadi;
2) Kemampuan seseorang aparat untuk berkomunikasi dengan rekannya secara
efektif;
b) Kemampuan konseptual (conceptual ability)
1) Kemampuan seseorang pegawai untuk membina dan menganalisis informasi
baik didalam maupun dan luar lingkungan organisasi.
2) Kemampuan untuk merefleksikan arti perubahan tersebut dalam tugas.
3) Kemampuan untuk menentukan keputusan yang berkaitan dengan bidang
tugasnya.
4) Kemampuan untuk melakukan perubahan dalam pekerjaannya terutama
yang perlu dalam organisasi.
c) Kemampuan Administrasi (Administratife ability)
1) Kemampuan seseorang pegawai untuk mengembangkan dan mengikuti
rencana-rencana kebijakan dan prosedur yang efektif.
2) Kemampuan untuk memproses tata warkat átau kertas kerja dengan baik,
teratur dan tepat waktu.
3) Kemampuan untuk mengelola pengeluaran atas suatu anggaran.
4) Kemampuan untuk menggunakan pengetahuannya, peralatan-peralatan,
pengalaman dan teknis-teknis dan berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan
masalah.
Menurut Robbins (2003) untuk mengetahui seseorang pegawai mampu atau
tidak dalam melaksanakan pekerjaannya dapat kita lihat melalui beberapa indikator yang ada di bawah ini. Indikator kemampuan kerja adalah sebagai berikut:
- Kesanggupan kerja
Kesanggupan kerja pegawai adalah suatu kondisi dimana seorang pegawai merasa mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya. - Pendidikan
Pendidikan adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang
termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan memutuskan terhadap persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan.
