Indikator-indikator yang Mempengaruhi Kedisiplinan


Hasibuan (2009:194) mengemukakan beberapa indikator yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi,
diantaranya:

  1. Tujuan dan Kemampuan
    Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat disiplin kerja
    karyawan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara
    ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti
    tujuan (pekerjaan) yang dibebankan pada karyawan harus sesuai dengan
    kemampuan karyawan tersebut, agar dapat bersungguh-sungguh dan
    berdisiplin baik untuk mengerjakannya.
  2. Teladan Pemimpin
    Teladan pemimpin sangat berperan dalam menentukan disiplin kerja
    karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para
    bawahannya. Dan keteladanan pimpinan yang baik maka disiplin kerja
    karyawan akan ikut baik. Sebagai seorang pimpinan harus menyadari
    bahwa dirinya menjadi contoh dan diteladani oleh bawahannya, untuk
    itu pimpinan harus mempunyai kedisiplinan yang baik agar bawahan
    juga dapat melaksanakan disiplin yang baik.
  3. Balas Jasa
    Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut mempengaruhi disiplin kerja
    karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan
    karyawan terhadap pekerjaannya maka disiplina kanterlaksana. Balas
    jasa berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja karyawan.
  4. Keadilan
    Keadilan akan ikut mendorong terwujudnya disiplin kerja karyawan,
    karena sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan ingin
    diperlakukan sama.
  5. Waskat
    Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata yang paling
    efektif dalam mewujudkan disiplin kerja. Secara efektif merangsang
    disiplin dan moral kerja karyawan, karena karyawan dapat perhatian,
    bimbingan, petunjuk dan pengarahan dari atasannya langsung. Dengan
    waskat ini pimpinan akan dapat mengetahui secara langsung
    kedisiplinan karyawan sehingga pimpinan dapat menilai kondisi setiap
    karyawan. Selain mengawasi disiplin kerja karyawan, waskat juga
    mencari system kerja yang efektif untuk mewujudkan tujuan organisasi
    dan karyawan.
  6. Ketegasan
    Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi
    disiplin kerja karyawan. Pimpinan harus berani dan bertindak tegas
    untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan
    sanksi.
  7. Sanksi hukum/ Punishment
    Sanksi hokum berperan penting dalam memelihara disiplin kerja
    karyawan, karena dengan sanksi hukum yang berat karyawan akan
    semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan organisasi sehingga
    perilaku yang indisipliner akan berkurang. Berat atau ringan sanksi
    yang diterapkan tersebut juga mempengaruhi baik atau buruknya
    disiplin kerja karyawan. Hendaknya sanksi hokum tersabut tidak terlalu
    berat supaya sanksi tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk mendidik
    karyawan agar mengubah perilakunya. Sanksi hukum yang wajar dan
    bersifat mendidik akan menjadi motivasi untuk memelihara disiplin.
  8. Hubungan Kemanusiaan
    Menciptakan hubungan yang baik dan harmoni ssesama karyawan baik
    hubungan keatas maupun kepada bawahannya yang terdiri dari direct
    single relationship, direct grouprelationshipdan cross relationship akan
    ikut menciptakan disiplin kerja karyawan yang baik. Dengan
    menciptakan human relationship yang serasi akan terwujudnya
    lingkungan kerja yang nyaman.