Hasibuan (2009:194) mengemukakan beberapa indikator yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi,
diantaranya:
- Tujuan dan Kemampuan
Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat disiplin kerja
karyawan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara
ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti
tujuan (pekerjaan) yang dibebankan pada karyawan harus sesuai dengan
kemampuan karyawan tersebut, agar dapat bersungguh-sungguh dan
berdisiplin baik untuk mengerjakannya. - Teladan Pemimpin
Teladan pemimpin sangat berperan dalam menentukan disiplin kerja
karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para
bawahannya. Dan keteladanan pimpinan yang baik maka disiplin kerja
karyawan akan ikut baik. Sebagai seorang pimpinan harus menyadari
bahwa dirinya menjadi contoh dan diteladani oleh bawahannya, untuk
itu pimpinan harus mempunyai kedisiplinan yang baik agar bawahan
juga dapat melaksanakan disiplin yang baik. - Balas Jasa
Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut mempengaruhi disiplin kerja
karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan
karyawan terhadap pekerjaannya maka disiplina kanterlaksana. Balas
jasa berperan penting dalam menciptakan disiplin kerja karyawan. - Keadilan
Keadilan akan ikut mendorong terwujudnya disiplin kerja karyawan,
karena sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan ingin
diperlakukan sama. - Waskat
Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata yang paling
efektif dalam mewujudkan disiplin kerja. Secara efektif merangsang
disiplin dan moral kerja karyawan, karena karyawan dapat perhatian,
bimbingan, petunjuk dan pengarahan dari atasannya langsung. Dengan
waskat ini pimpinan akan dapat mengetahui secara langsung
kedisiplinan karyawan sehingga pimpinan dapat menilai kondisi setiap
karyawan. Selain mengawasi disiplin kerja karyawan, waskat juga
mencari system kerja yang efektif untuk mewujudkan tujuan organisasi
dan karyawan. - Ketegasan
Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi
disiplin kerja karyawan. Pimpinan harus berani dan bertindak tegas
untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan
sanksi. - Sanksi hukum/ Punishment
Sanksi hokum berperan penting dalam memelihara disiplin kerja
karyawan, karena dengan sanksi hukum yang berat karyawan akan
semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan organisasi sehingga
perilaku yang indisipliner akan berkurang. Berat atau ringan sanksi
yang diterapkan tersebut juga mempengaruhi baik atau buruknya
disiplin kerja karyawan. Hendaknya sanksi hokum tersabut tidak terlalu
berat supaya sanksi tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk mendidik
karyawan agar mengubah perilakunya. Sanksi hukum yang wajar dan
bersifat mendidik akan menjadi motivasi untuk memelihara disiplin. - Hubungan Kemanusiaan
Menciptakan hubungan yang baik dan harmoni ssesama karyawan baik
hubungan keatas maupun kepada bawahannya yang terdiri dari direct
single relationship, direct grouprelationshipdan cross relationship akan
ikut menciptakan disiplin kerja karyawan yang baik. Dengan
menciptakan human relationship yang serasi akan terwujudnya
lingkungan kerja yang nyaman.
