Upaya Peningkatan Disiplin Kerja


Menurut Emil H. Tambunan (2001:140) mengemukakan beberapa
upaya peningkatan disiplin kerja pegawai, diantaranya:

  1. Pendekatan Negatif
    Dalam pendekatan negatif ini, hukuman dijatuhkan kepada sipelanggar
    dengan tujuan supaya tidak melakukan kesalahan. Jika ternyata ia
    membuat kesalahan lagi, ia akan dihukum lebih berat lagi. Tujuan dari
    penjatuhan hukuman adalah untuk memberi peringatan kepada orang
    lain supaya jera tidak melanggar peraturan dan si pelanggar tentu akan
    menerima ganjaran hukuman yang lebih berat. Hal ini dijalankan
    sesuai pelanggaran dan seiringnya pelanggaran dilakukan.
  2. Pendekatan Positif
    Pendekatan positif ini berada di bawah satu falsafah yang menggaris
    bahwa tujuan disiplin adalah untuk memperbaiki lebih dari pada hanya
    menjatuhkan hukuman. Pendekatan sifat negatifpun menjadi positif
    juka benar-benar hal itu dijalankan dibawah falsafah yang bertujuan
    untuk memperbaiki. Inilah tugas pimpinan dalam satu organisasi untuk
    memperkembangkan sikap para pekerja/karyawan mendorong mereka
    taat pada peraturan. Salah satu untuk menjalankan pendekatan disiplin
    yang positif adalah dengan menjelaskan tuntukan kerja, peraturanperaturan organisasi kepada semua anggota. Kemudian pimpinan harus
    lebih sering berkomunikasi dengan bawahan mereka, dan menjelaskan
    tindakan-tindakan positif mana yang diharapkan dari mereka. Adapun
    cara pimpinan dalam memberikan pendekatan positif adalah:
    a. Memberi nasehat
    b. Mengurangi jam kerja, atau menyusun jadwal kerja yang tidak
    terlalu ketat
    c. Membuat peraturan/disiplin masa percobaan, bukan pemecatan
    d. Melaksanakan program latihan dan melatih kembali
    e. Mengurangi tindakan disipliner
    f. Mengadakan orientasi formal dengan para karyawan secara
    bergilir
    g. Meminta partisipasi dalam menyusun peraturan dan penerapannya
  3. Mendisiplin Diri Sendiri
    Displin yang terbaik harus dapat membuat seseorang sanggup
    mendisiplinkan diri sendiri ini didasarkan atas kecenderungan manusia
    untuk melaksanakan hal yang benar dan mengikuti pola displin kerja.