Jenis-jenis disiplin menurut T. Hani Handoko (2010:208) adalah
sebagai berikut:
- Disiplin Preventif
Disiplin prenventif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk
mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan
aturan, sehingga penyelewengan-penyelewangan dapat
dicegah. Sasaran pokoknya adalah untuk mendorong disiplin
diri diantara para karyawan. Dengan cara ini menjaga disiplin
diri mereka bukan semata-mata bukan karena dipaksakan
manajemen. - Disiplin Korektif
Adalah kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran
terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari
pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering
berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan
pendisiplinan (disciplinary action). Sebagai contoh tindakan
pendisplinan bisa berupa peringatan atau skorsing. Sasaran
tindakan pendisiplinan menurut T. Hani Handoko dalam
bukunya Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia,
secara singkat adalah sebagai berikut: - Untuk memperbaiki pelanggaran
- Untuk mengahapi para karyawan lain melakukan kegiatankegiatan serupa
- Untuk menjaga berbagai standar kolompok tetap konsisten
dan efektif - Disiplin Progresif
Yaitu pemberian hukuman yang lebih berat terhadap
pelanggaran-pelanggaran yang terjadi secara berulang,
tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada karyawan
untuk mengambil tindakan korektif sebelum hukumanhukuman yang lebih serius dilaksanakan. Adapun hukuman
dalam sistem disiplin progresif ini secara ringkas adalah adalah
sebagai berikut: - Teguran secara lisan
- Teguran / peringatan secara tertulis
- Skorsing dari pekerjaan satu sampai tiga hari
- Skorsing satu minggu atau lebih
- Diturunkan pangkatnya (demosi)
- Dipecat
