Menurut Werther dan Davis dalam Donni Juni Priansa (2014, p.272)
tujuan dari penilaian kinerja adalah :
- Peningkatan Kinerja (Performance Improvement)
Hasil penilaian kinerja memungkinkan manajer dan pagawai untuk
mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja. - Penyesuaian kompensasi (Compensation Adjustment)
Hasil penilaian kinerja membantu para pengambil keputusan untuk
menentukan siapa saja yang berhak menerima kenaikan gaji atau
sebaliknya. - Keputusan Penempatan (Placement Decision)
Hasil penilaian kinerja memberikan masukan tentang promosi,
transfer dan demosi bagi pegawai. - Pengembangan dan Pelatihan (Training and Development Needs)
Hasil penelitian kinerja membatu untuk mengevaluasi kebutuhan
pelatihan dan pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih
optimal. - Perencanaan dan Pengembangan Karir (Career Planning and
Development)
Hasil penelitian kinerja memandu untuk menentukan jenis karir dan
potensi karir yang dapat dicapai. - Prosedur Perekrutan (Process Deficiencies)
Hasil penelitian kinerja mempengaruhi prosedur perekrutan pegawai
yang berlaku didalam organisasi. - Kesalahan Desain Pekerjaan dan Ketidak Akuratan Informasi
(Information Inacuracies and Job-Design Errors)
Hasil penilaian kinerja membantu dalam menjelaskan apa saja
kesalahan yang telah terjadi dalam manajemen SDM terutama
dibidang informasi kepegawaian, desain jabatan derta informasi
SDM lainnya. - Kesempatan Yang Sama (Equal Employment Oppurtunity)
Hasil penilaian kinerja menunjukkan keputusan penempatan tidak
diskriminatif karna setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama. - Tantangan Eksternal (External Challenges)
Hasil penilaian kinerja dapat menggambarkan sejauh mana faktor
eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan dan lainnya
mempengaruhi pegawai dalam mengemban tugas dan pekerjaan. - Umpan Balik (Feedback)
Hasil penilaian kinerja memberikan umpan balik bagi kepentingan
kepegawaian terutama departemen SDM serta terkait dengan
kepentingan pegawai itu sendiri.
