Menurut Bangun (2012, p.234), indikator kinerja karyawan dibagi
menjadi lima macam yaitu ; Jumlah Pekerjaan, Kualitas Pekerjaan,
Ketepatan Waktu, Kehadiran, dan Kemampuan Kerja Sama. Sedangkan
menurut Mondy, Noe, Premeaux dalam Donni Juni Priansa (2014,
p.271) menyatakan indikator dalam pengukuran kinerja karyawan
adalah :
- Kuantitas Pekerjaan (Quantity Of Work)
Kuantitas pekerjaan berhubungan dengan volume pekerjaan dan
produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pegawai dalam waktu
tertentu. - Kualitas Pekerjaan (Quality Of Work)
Kualitas pekerjaan berhubungan dengan pertimbangan ketelitian,
presisi, kerapian, dan kelengkapan didalam menangani tugas tugas
yang ada di dalam organisasi. - Kemandirian (Dependability)
Kemandirian berkenaan dengan pertimbangan derajat kemampuan
pegawai untuk bekerja dan mengemban tugas secara mandiri dengan
meminimalisir bantuan orang lain. Kemandirian juga
menggambarkan kedalaman komitmen yang dimiliki oleh pegawai. - Inisiatif (Initiative)
Inisiatif berkenaan dengan pertimbangan kemandirian, flesksibilitas
berfikir, dan kesediaan untuk menerima tanggung jawab. - Adaptabilitas (Adaptability)
Adaptabilitas berkenaan dengan kemampuan untuk beradaptasi,
mempertimbangan kemampuan untuk bereaksi terhadap mengubah
kebutuhan dan kondisi kondisi. - Kerjasama (Coorporation)
Kerjasama berkaitan dengan pertimbangan kemampuan untuk
bekerjasama, dengan orang lain. Apakah assignement, mencangkup
lembur dengan sepenuh hati.
