Menurut Luthans (dalam Setiyana, V. Y., 2013 : 385) seseorang yang
mengalami stres dalam pekerjaan akan menimbulkan gejala-gejala yang meliputi
3 aspek yaitu :
- Fisiologi (Physiologi)
Masalah kesehatan fisik mencakup masalah sistem kekebalan tubuh seperti
terdapat pengurangan kemanpuan untuk melawan rasa sakit dan infeksi, masalah
kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, masalah sistem
muskulosketal (otot dan rangka) seperti sakit kepala dan sakit punggung, masalah
perut seperti diare, dan sembelit. - Psikologikal (Psychology)
Ditandai dengan ketidak puasan hubungan kerja, tegang, gelisah, cemas,
depresi, kebosanan, mudah marah, hingga sampai pda tindakan agresif seperti
sabotase, agresi antar pribadi, pemusuhan dan keluhan. - Tingkah laku (Behavior)
Terdapat perubahan pada produktivitas, ketidak hadiran dalam jadwal kerja,
Perubahan selera makan meningkatnya konsumsi rokok, alkohol, obat-obatan, dan
susah tidur.
Menurut Surya (dalam Triatna, 2015: 143) dampak dari stres kerja dapat
dikelompokan menjadi 4 kategori yaitu :
a. Aspek psikologis, kecenderungan gampang marah, frustasi, agresif cemas,
panik, gugup, kebosanan, depresi tidak bergairah, hilang percaya diri.
b. Aspek Jasmaniah, mencakup perubahan dalam kebiasaan hidup, gelisah,
merokok, nafsu makan berlebihan, dan gangguan tidur.
c. Aspek perilaku, kurang mampu membuat keputusan, mudah lupa, pasif,
sensitif, kurang bertanggung jawab.
d. Aspek lingkungan, lingkungan pekerjaan yang kurang produktif, masyarakat
yang kurang tentram.
Menurut Cox (dalam Fauji. H, 2013 : 19) efek dari stres kerja ada 5 yaitu : - Subyektif, berupa kekhawatiran atau ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan,
depresi , frustasi, kelelahan, emosi dan kehilangan kendali, penghargaan diri yang
rendah dan gugup, kesepian. - Perilaku, berupa mudah mendapatkan kecelakaan, kecanduan alkohol,
penyalahgunaan obat-obatan, lupaan emosional, makan atau merokokberlebihan,
prilaku implusif, tertawa gugup. - Kognitif, berupa ketidak mampuan membuat keputusan yang masuk akal, daya
konsentrasi rendah, kurang perhatian, sangat sensitive terhadap kritik, hambatan
mental. - Fisikologis berupa kandungan glukosa dara meningkat, denyut jantung dan
tekana darah meningkat, mulut kering, berkeringat, bola mata melebar, panas dan
dingin. - Organisasi, berupa angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing dari
mitra kerja, serta komitmen organisasi dan loyalitas berkurang.
