Luasnya pengertian budaya organisasi membuka peluang timbulnya berbagai
pandangan mengenai tipologi budaya organisasi. Pendapat para ahli beragam dengan
justifikasi dan sudut pandang masing-masing. Cameron dan Quinn mengembangkan tipologi
budaya menjadi empat dimensi budaya, antara lain:
- Kultur Klan (Clan Culture)
Disebut “Clan” karena tipe atau jenis budaya organisasinya dicirikan dengan tempat
kerja yang menyenangkan, seperti sebuah keluarga besar. Karakteristik dari jenis organisasi
dengan budaya “Clan” adalah kerja tim (tidak individual), program keterlibatan pegawai,
komitmen korporat kepada para pegawai dan pengembangan pegawai serta pelanggan di
anggap sebagai mitra. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menjalankan peran
mentor, bahkan sebagai “orang tua” bagi bawahannya. Perekat di organisasi ini adalah
loyalitas dan tradisi. - Kultur Adhokrasi (Adhocracy Culture)
Tipe atau jenis budaya organisasi ini dicirikan dengan tempat kerja yang dinamis, dan
entrepreneurial. Asumsinya adalah inovasi dan mengajak anggotanya untuk inisiatif untuk
dapat membawa kesuksesan organisasi, terutama dalam bisnis pengembangan produk dan
jasa baru, serta menyiapkan perubahan-perubahan untuk masa yang akan datang. Tujuannya
untuk memupuk atau membantu perkembangan kemampuan beradaptasi, fleksibilitas dan
kreatifitas. Pemimpin yang efektif adalah mereka yang mempunyai visi jauh kedepan,
inovatif, dan berani mengambil resiko. Perekat di organisasi ini adalah komitmen pada
peluang untuk melakukan eksperimen dan inovasi terus menerus. - Kultur Market (Market Culture)
Tipe atau jenis budaya organisasi ini dicirikan dengan tempat kerja yang berorientasi
pada hasil. Budaya ini menghasilkan rancangan-rancangan baru yang terkait dengan
organisasi dengan yang menghadapi tantangan kompetitif yang ditunjukkan sebagai bentuk
organisasi pasar (market). Jenis organisasi ini diorientasikan menuju lingkungan eksternal
(mencangkup pemasok, pelanggan, vendor, pemerintah, dll.) daripada lingkungan internal.
Fokus utamanya adalah kompetisi dan produktivitas. Pemimpin yang efektif adalah mereka
yang keras hati, suka bekerja keras, dan gesit. Perekat dalam organisasi ini adalah keinginan
untuk memenangkan persaingan. Kriteria sukses biasanya dilihat pangsa pasar dan posisi
bersaing. - Kultur Hierarki (Hierarchy Culture)
Tipe atau jenis budaya organisasi ini dicirikan dengan tempat kerja yang formal dan
tersruktur dengan garis wewenang (authority) pengambilan keputusan yang jelas, adanya
standar peraturan dan prosedur, controll, dan mekanisme akuntabilitas yang di nilai dan
dihargai sebagai kunci untuk sukses. Selain itu budaya organisasi ini juga sangat menekankan
pentingnya struktur yang baik dan rapi dalam organisasi. Semua proses kerja diatur secara
baku dan sistematis. Pemimpin yang efektif adalah koordinator dan penyelenggara yang baik
dan dapat menjaga atau memelihara organisasi agar dapat berraktivitas dengan lancar.
Memelihara kelancaran di perusahaan adalah hal yang teramat penting. Model atau pedoman
manajemen yang digunakan biasanya berpusat pada pengendalian dan kontrol yang ketat.
