Menurut Robbins (2013) budaya menjalankan sejumlah fungsi didalam organisasi,
seperti budaya mempunyai peran menetapkan batas-batas pembeda (artinya budaya
menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain), budaya
memberikan rasa identitas ke anggota-anggota organisasi, budaya mempermudah timbulnya
komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari pada kepentingan diri pribadi seseorang, dan juga
budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial. Selain itu, Sunarto (2003) dalam Bukhori
(2014) menyebutkan bahwa budaya organisasi memiliki beberapa fungsi antara lain :
- Pengikat organisasi, Budaya organisasi berfungsi sebagai pengikat seluruh komponen
organisasi, terutama saat organisasi menghadapi guncangan baik dari dalam maupun
dari luar akibat adanya perubahan. - Integrator, Budaya organisasi merupakan alat untuk menyatukan beragam sifat,
karakter, bakat dan kemampuan yang ada didalam organisasi. - Identitas organisasi, Budaya organisasi merupakan suatu bentuk khas yang menjadi
ciri dari organisasi tersebut. - Energi untuk mencapai kinerja tinggi, Budaya organisasi berfungsi sebagai suntikan
energi untuk mencapai kinerja yang tinggi. - Ciri kualitas, Budaya organisasi merupakan representasi dari ciri kualitas yang
berlaku dalam organisasi tersebut. - Motivator, Budaya organisasi juga merupakan pemberi semangat bagi para anggota
organisasi. Organisasi yang kuat akan menjadi motivator yang kuat juga bagi para
anggotanya. - Pedoman gaya kepemimpinan, Budaya organisasi menjadi pedoman pemimpin dalam
melakukan kepemimpinan sesuai dengan model budaya organisasi yang berkembang
di organisasi tersebut. - Value enhancer, Budaya organisasi berfungsi meningkatkan nilai dari stakeholdersnya, yaitu anggota organisasi, pelanggan, pemasok dan pihak-pihak lain yang yang
berhubungan dengan organisasi.
