Terdapat tujuh karateristik penting yang dipakai sebagai acuan esensial dalam
memahami serta mengukur keberadaan budaya organisasi (Robbins, 2013):
- Inovasi dan keberanian mengambil resiko, yaitu sejauh mana organisasi mendorong
para pegawai untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko serta bagaimana
organisasi menghargai tindakan pengambilan resiko oleh pegawai dan
membangkitkan ide pegawai. - Perhatian terhadap detail, yaitu sejauh mana organisasi mengharapkan pegawai
memperlihatkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail. - Berorientasi pada hasil, yaitu sejauh mana manajemen memusatkan perhatian pada
hasil dibandingkan perhatian terhadap teknik dan proses yang digunakan untuk
meraih hasil tersebut. - Berorientasi pada manusia, yaitu sejauh mana keputusan manajemen
memperhitungkan efek hasil-hasil pada orang-orang di dalam organisasi. - Berorientasi pada tim, yaitu sejauh mana penekanan diberikan pada kerja tim
dibandingkan dengan kerja individual. - Agresivitas, yaitu sejauh mana orang-orang dalam organisasi itu agresif dan
kompetitif untuk menjalankan budaya organisasi sebaik-baiknya. - Stabilitas yaitu sejauh mana kegiatan organisasi menekankan status quo sebagai
kontras dari pertumbuhan.
