Budaya organisasi merupakan sebuah istilah yang relatif mulai sering didiskusikan
oleh para manager saat ini. Robbins (2013) mendefinisikan budaya organisasi (organizational
culture) sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota yang membedakan
organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Selain itu, Wibowo (2011) dalam Bukhori
(2014) memberikan pemahaman bahwa budaya organisasi adalah filosofi dasar organisasi
yang memuat keyakinan, norma-norma, dan nilai-nilai bersama yang menjadi karakteristik
inti tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam organisasi. Sehingga, dengan adanya
keyakinan inti bersama yang dijadikan pedoman bersama diharapkan mampu mengarahkan
anggota organisasi untuk bertindak lebih efektif dalam pencapain tujuan organisasi.
Cameron & Ettington (1988) dalam Cameron dan Quinn (2011) setuju bahwa budaya
adalah atribut organisasi yang dikonstruksikan secara sosial yang berfungsi sebagai perekat
sosial yang mempersatukan organisasi. Schein (1985) di kutip oleh Bukhori (2014)
mendefiniskan budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan atau
dikembangkan oleh suatu kelompok orang selagi mereka belajar untuk menyelesaikan
masalah-masalah, menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan berintegrasi dengan
lingkungan internal. Asumsi dasar tersebut telah terbukti dapat diterapkan dengan baik untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi.
